-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Diduga Ada Tindakan Tidak Humanis terhadap Anak di Bawah Umur, Orang Tua Keberatan Penanganan Oknum Brimob dan Polisi Piket

    Teras Indonesia News
    Senin, 25 Mei 2026, 7:41:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-25T12:41:56Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com — Kubu Raya, Kalimantan Barat | Senin, 25 Mei 2026

    Seorang warga bernama Toto Suprianto mengaku sangat keberatan atas tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum Brimob terhadap anaknya yang masih berusia 15 tahun saat dilakukan penertiban di wilayah Jalan Adisucipto Gang Perintis, Kabupaten Kubu Raya.


    Berdasarkan kronologis yang disampaikan pihak keluarga, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB ketika anak mereka bernama Syhfullah sedang berada di rumah temannya bernama Kevin untuk berkumpul bersama beberapa remaja lainnya. Namun, disebutkan bahwa seorang oknum RT melaporkan adanya kerumunan anak-anak kepada layanan 110.


    Tidak lama kemudian, sejumlah aparat Brimob datang ke lokasi. Menurut pengakuan orang tua korban, anaknya saat itu berada di dalam kamar ketika aparat masuk ke gang tersebut.


    Toto Suprianto menyebut anaknya mengalami perlakuan yang dinilai tidak pantas terhadap seorang anak di bawah umur. Ia mengaku anaknya dijambak, diseret keluar kamar, ditelanjangi, bahkan ditempeleng sebelum akhirnya dibawa ke Polres Kubu Raya.


    “Sebagai orang tua saya sangat keberatan. Penanganan terhadap anak seharusnya lebih santun, mengayomi dan manusiawi, bukan dengan tindakan yang membuat anak trauma,” ungkap Toto.


    Tak hanya itu, Toto juga mengungkapkan bahwa sesampainya di Polres Kubu Raya, para remaja yang diamankan disebut sempat disuruh berbaris oleh oknum polisi piket. Setelah itu, menurut pengakuannya, kaki para anak-anak tersebut diduga ditendang oleh oknum yang sedang bertugas piket saat itu.


    “Anak-anak disuruh baris, lalu kaki mereka ditendang oleh oknum polisi piket. Anak saya sampai trauma,” ujarnya.


    Menurut Toto, seluruh remaja yang diamankan akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun persoalan lain muncul ketika telepon genggam milik anaknya disebut hilang setelah proses penangkapan tersebut.


    Pihak keluarga mengaku telah diarahkan oleh SPKT Polres Kubu Raya untuk menindaklanjuti keberadaan handphone tersebut kepada penyidik. Dari hasil pelacakan melalui aplikasi pencarian perangkat, posisi terakhir handphone disebut terdeteksi berada di kawasan Pasar Alas Kusuma sebelum akhirnya tidak aktif.


    Toto juga mengaku telah mempertanyakan prosedur penyerahan anak dan barang kepada pihak kepolisian. Namun, menurut keterangannya, tidak ditemukan adanya berita acara penyerahan orang maupun barang dari pihak Brimob kepada Polres Kubu Raya.


    “Ini yang membuat kami semakin kecewa. Tidak ada berita acara penyerahan orang maupun barang. HP anak saya hilang dan sampai sekarang belum jelas keberadaannya,” katanya.


    Akibat kejadian tersebut, Toto menyebut kondisi psikologis anaknya kini terganggu dan mengalami trauma. Ia berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar penanganan terhadap anak-anak dilakukan sesuai prosedur, mengedepankan pendekatan humanis serta menghormati hak-hak anak di bawah umur.


    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Brimob maupun Polres Kubu Raya terkait dugaan tindakan tersebut.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : Bondan

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar