TerasIndonesiaNews.com — Pontianak, Kalimantan Barat | Selasa, 26 Mei 2026
Warga di sekitar kawasan Depot Pertamina Pontianak, Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, dikejutkan oleh suara ledakan keras yang diduga berasal dari sebuah kapal tanker milik Pertamina bernama “Bintang Energi”, Senin (25/05/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Ledakan tersebut dikabarkan menimbulkan getaran cukup kuat hingga dirasakan warga di sekitar lokasi depot, termasuk masyarakat di kawasan Gang Purnajaya 2. Sejumlah warga mengaku panik dan keluar rumah untuk mencari tahu sumber suara dentuman tersebut.
Berdasarkan informasi dan pantauan di lapangan, bagian depan kapal yang bertuliskan “Bintang Energi” tampak mengalami kerusakan cukup serius. Struktur haluan kapal terlihat menganga dan terangkat ke atas akibat dampak ledakan.
Meski mengalami kerusakan pada bagian depan, kondisi kapal secara keseluruhan masih tampak stabil dan tetap bersandar di dermaga. Aparat dan petugas keamanan langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan ledakan susulan.
Warga maupun awak media disebut sempat dibatasi untuk mendekati area kejadian dengan alasan keselamatan dan sterilisasi lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab ledakan maupun informasi detail mengenai adanya korban jiwa atau luka-luka dalam insiden tersebut. Publik kini menunggu transparansi dan penjelasan resmi dari pihak Pertamina serta instansi terkait mengenai insiden yang menghebohkan masyarakat Pontianak tersebut.
Ketua Umum Perkumpulan Aliansi Pers Bumi Khatulistiwa, Bpk. M. Budiyanto, turut angkat bicara terkait peristiwa tersebut. Ia meminta pihak terkait tidak menutup-nutupi fakta di lapangan dan segera memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.
“Peristiwa seperti ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Pertamina maupun pihak berwenang harus terbuka terkait penyebab ledakan, kondisi awak kapal, serta standar keamanan yang diterapkan,” tegas M. Budiyanto.
Ia juga meminta dilakukan investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Jika memang ada unsur kelalaian, maka harus ada pihak yang bertanggung jawab. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : APBK | Penulis : Totas



Tidak ada komentar:
Posting Komentar