SINTANG – Peredaran narkoba di Kabupaten Sintang kembali menjadi sorotan publik. Penangkapan sebuah mobil mini bus yang diduga membawa tiga karung sabu di kawasan Jalan Mensiku Jaya, Kelurahan Menyumbung Tengah, memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.
Kasus ini dinilai semakin mempertegas kekhawatiran warga terhadap maraknya peredaran narkotika yang disebut-sebut berlangsung cukup terbuka di beberapa titik. Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana barang dalam jumlah besar bisa lolos hingga masuk ke wilayah Sintang.
Tokoh muda Sintang, Dandi Rahmansyah, sebelumnya menegaskan pentingnya langkah tegas dan transparan dari aparat penegak hukum (APH) dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai, tanpa pengawasan dan komitmen yang kuat, peredaran narkoba akan terus menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
“Masyarakat ingin melihat keseriusan aparat. Jangan sampai muncul kesan pembiaran. Jika penanganannya terbuka dan jelas, tentu publik akan percaya,” ujarnya.
Dandi juga menyoroti pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan harus menjadi gerakan bersama.
Sementara itu, Ketua Ksatria Bela Negara Kalbar, Totas, turut angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan yang ada.
“Ini perlu kerja sama dan sinergi yang baik antara APH dan masyarakat sehingga benar-benar bisa ditangani dengan benar. Harus ada transparansi atau keterbukaan dari aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat,” tegas Totas.
Ia juga mengaku heran dengan besarnya jumlah barang yang diduga berhasil masuk.
“Ini sungguh aneh, kok bisa barang sebanyak itu lolos? Artinya ada yang perlu dibenahi dalam sistem pengawasan dan pengendalian. Jangan sampai kepercayaan publik terkikis,” tambahnya.
Masyarakat kini menunggu perkembangan lebih lanjut serta komitmen nyata dari aparat dalam mengusut tuntas kasus tersebut. Penangkapan ini diharapkan menjadi titik balik dalam upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Sintang, sekaligus memperkuat kolaborasi antara aparat dan masyarakat demi melindungi masa depan generasi muda.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : Sumber Tim|Penulis : Syafriudin

