• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Rio Novyan, S.H.: Video Kekerasan Anak di Ketapang Fakta Nyata, Penegakan Hukum Harus Memberi Efek Jera

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-03-26T18:29:14Z

    TerasIndonesiaNews.com – Ketapang, Kalimantan Barat | Jumat, 27 Maret 2026

    Beredarnya video kekerasan terhadap seorang anak di Kabupaten Ketapang menuai sorotan keras dari praktisi hukum Rio Novyan, S.H. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan lagi dugaan, melainkan fakta nyata yang tidak dapat dibantah dan wajib ditindak secara tegas oleh aparat penegak hukum.


    Menurut Rio, keberadaan video sebagai alat bukti visual telah memperjelas peristiwa yang terjadi, sehingga tidak ada alasan bagi pihak mana pun untuk mereduksi kasus ini atau menganggapnya sebagai persoalan sepele.


    “Ini bukan sekadar kenakalan anak atau dinamika pergaulan. Ini adalah tindakan kekerasan yang nyata dan harus diproses hukum secara serius,” tegasnya.


    Ia menekankan bahwa meskipun pelaku masih berstatus anak, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan penegakan hukum. Sistem peradilan anak memang mengedepankan pembinaan dan keadilan restoratif, namun bukan berarti menghapus konsekuensi hukum.


    “Pendekatan pembinaan bukan berarti lunak tanpa batas. Efek jera tetap wajib ada. Jika tidak, kita sedang membuka ruang bagi kekerasan untuk terus berulang,” ujar Rio.


    Rio juga mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak berhenti pada penanganan awal semata. Ia menuntut adanya proses yang transparan, konsisten, dan berujung pada putusan yang memberikan pesan kuat kepada publik.

    Lebih jauh, ia menyoroti potensi adanya upaya untuk meredam atau mengaburkan fakta. Menurutnya, hal tersebut justru berbahaya dan dapat melemahkan perlindungan terhadap anak secara luas.


    “Jika fakta mulai direduksi, maka keadilan akan ikut tereduksi. Ini yang harus dicegah,” katanya.


    Rio menilai kasus ini harus menjadi titik tegas bahwa kekerasan, dalam bentuk apa pun, tidak boleh dinormalisasi, termasuk di lingkungan anak-anak.


    Ia pun mendesak agar penanganan perkara ini tidak hanya berakhir sebagai formalitas hukum, tetapi benar-benar menghadirkan efek preventif bagi masyarakat.


    “Hukum harus berdiri tegas. Tidak boleh ada kompromi terhadap kekerasan. Siapa pun pelakunya, apa pun alasannya,” tutupnya.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Rio Novyan, S.H. | Penulis : Bima

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini