TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Kamis, 26 Maret 2026
Kecamatan Air Upas kini berada di titik kritis. Sejak Juli 2025 hingga 23 Maret 2026, sedikitnya 29 rumah dan pondok warga hangus dibakar dalam rangkaian aksi teror yang belum terungkap. Di saat bersamaan, peredaran narkoba kian menggila, memperparah situasi dan menekan kehidupan masyarakat.
Kondisi ini bukan lagi sekadar gangguan keamanan, melainkan ancaman serius yang merusak tatanan sosial dan mengancam masa depan generasi muda.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Ketapang, Erasmus Canaga Antutn, menegaskan situasi ini sebagai alarm darurat.
“Teror dan narkoba yang terjadi bersamaan adalah ancaman nyata. Jika dibiarkan, Air Upas bisa kehilangan satu generasi,” tegasnya.
Pemuda Katolik mendesak aparat bertindak cepat, tegas, dan transparan dalam mengungkap pelaku pembakaran serta membongkar jaringan narkoba hingga ke akar. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu melawan kejahatan yang kian merajalela.
Senada, Ketua Lembaga Anti Narkotika Ketapang, Uti Iskandar, menilai kondisi ini sudah masuk kategori darurat.
“Keamanan melemah, narkoba masuk. Ini pola berbahaya. Jangan hanya tangkap pelaku kecil—bongkar jaringan besarnya,” ujarnya.
Desakan pun menguat agar pemerintah tidak sekadar memberi imbauan, tetapi hadir dengan langkah nyata dan terukur. Lambannya penanganan dinilai hanya memberi ruang bagi pelaku untuk terus bergerak.
Kini, harapan tertumpu pada sinergi aparat, pemerintah, dan masyarakat untuk menyelamatkan Air Upas dari bayang-bayang teror dan narkoba.
“Air Upas harus diselamatkan—sekarang, bukan nanti.”
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Pemuda Katolik dan LAN | Penulis : Dedi

