Pontianak – Penutupan akses di Dinas Perhubungan Kota Pontianak pada fasilitas Dermaga Penyeberangan Siantan menuai tanda tanya dari masyarakat. Sejumlah warga yang biasa memanfaatkan jalur penyeberangan tersebut mengaku kebingungan atas penutupan yang terjadi tanpa adanya penjelasan terbuka terkait alasan maupun jangka waktunya.
Dermaga Penyeberangan Siantan selama ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, khususnya warga di kawasan Siantan dan sekitarnya. Jalur ini dinilai cukup efektif untuk mempercepat mobilitas warga serta membantu mengurai kemacetan di jalur darat.
“Sampai sekarang kami belum tahu ini ditutup karena perbaikan atau memang ditutup permanen. Kalau memang diperbaiki, kapan mulai dan kapan selesainya?” ujar salah seorang warga yang rutin menggunakan akses tersebut.
Warga berharap pemerintah, khususnya instansi terkait, dapat memberikan keterangan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Penyeberangan ini dianggap bukan sekadar jalur alternatif, tetapi juga akses vital bagi aktivitas harian warga, mulai dari bekerja, berdagang, hingga keperluan pendidikan.
Selain dinilai lebih praktis dan efisien dari segi waktu, keberadaan dermaga tersebut juga membantu mengurangi beban kendaraan di jalur utama. Dengan ditutupnya penyeberangan, sebagian warga terpaksa memutar lebih jauh, yang berdampak pada meningkatnya waktu tempuh dan biaya transportasi.
Masyarakat berharap ada transparansi terkait kebijakan ini. Apakah penutupan dilakukan dalam rangka perbaikan fasilitas, penataan ulang sistem transportasi, atau kebijakan lain yang bersifat permanen. Kejelasan informasi dinilai penting agar warga dapat menyesuaikan aktivitas dan perencanaan perjalanan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan pasti dan jadwal pembukaan kembali Dermaga Penyeberangan Siantan.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : FBN|Penulis : Edi Samat

