TerasIndonesiaNews.com – Jakarta Pusat, Mangga Besar | Senin, 16 Februari 2026
Hujan gerimis yang mengguyur kawasan Mangga Besar pada Senin malam (16/2/2026) tak menyurutkan langkah para pedagang kecil untuk tetap bertahan mencari nafkah. Di tengah dinginnya malam dan basahnya aspal jalan, semangat hidup justru tampak menyala dari wajah-wajah para pejuang ekonomi rakyat tersebut.
Deretan pedagang kaki lima, penjual makanan, minuman, hingga jasa kecil tetap setia menata dagangannya di sepanjang jalan yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi Jakarta. Bagi mereka, hujan bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari risiko hidup yang harus dihadapi demi menghidupi keluarga di rumah.
Mangga Besar, sebagai salah satu denyut nadi ekonomi kota besar, menjadi saksi ketangguhan masyarakat kecil yang menggantungkan harapan dari setiap transaksi sederhana. Di balik gemerlap kota dan hiruk pikuk lalu lintas, para pedagang ini menunjukkan bahwa roda perekonomian rakyat tetap berputar berkat kerja keras dan ketekunan.
Semangat juang para pedagang kecil di tengah keterbatasan ini menjadi potret nyata ketahanan ekonomi akar rumput. Mereka bukan sekadar berdagang, tetapi berjuang—melawan cuaca, waktu, dan keadaan—demi keberlangsungan hidup keluarga serta masa depan yang lebih baik.
Lebih dari sekadar perjuangan hari ini, yang mereka gantungkan adalah harapan besar kepada pemerintah setempat: agar senantiasa hadir memberi dukungan nyata, mendorong setiap ikhtiar dengan sistem yang berpihak, serta membuka jalan menuju terwujudnya mimpi-mimpi besar yang selama ini mereka rawat.
Di bawah rintik hujan Mangga Besar, harapan itu tetap tumbuh dan menyala.
Editor : Tim Redaksi | Liputan Sanjaya

