TerasIndonesiaNews.com - Pontianak Timur, 15 Januari 2026
Pontianak Timur — Kelangkaan Gas LPG 3 kg kembali terjadi di sejumlah wilayah Pontianak Timur dan memicu keresahan masyarakat. Tabung gas bersubsidi yang seharusnya mudah diakses warga kecil kini sulit ditemukan, bahkan di tingkat pangkalan resmi.
Ketua Harian FBN Kota Pontianak, Edi Samat menilai kondisi ini sebagai masalah klasik yang terus berulang tanpa penanganan serius dari Pemerintah Kota Pontianak.
“Pemkot tidak boleh abai dan hanya tidur nyenyak. Ini persoalan lama yang selalu berulang. Seharusnya bisa diantisipasi sejak awal,” tegas Edi Samat.
Menurutnya, kelangkaan LPG 3 kg patut dipertanyakan secara terbuka. Ia mendesak pihak terkait untuk menjelaskan secara jujur apakah stok gas bersubsidi memang tidak mencukupi kebutuhan masyarakat atau justru terjadi penimbunan untuk kepentingan lain.
“Ini harus dibuka seterang-terangnya. Apakah distribusinya yang bermasalah, atau ada permainan di lapangan. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru jadi korban,” ujarnya.
Edi juga mengkritik sikap pihak-pihak yang dinilainya hanya bereaksi setelah masyarakat mengeluh keras.
“Jangan pihak terkait cuma tidur dan tidak peduli. Masyarakat sudah mekek, baru nak bakalut. Pola seperti ini tidak boleh terus dibiarkan,” katanya dengan nada keras.
Ia menegaskan, LPG 3 kg merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat kecil. Karena itu, Pemkot bersama instansi terkait harus segera turun tangan, melakukan pengawasan distribusi, serta menindak tegas jika ditemukan praktik penimbunan atau penyaluran tidak tepat sasaran.
“Kalau pemerintah hadir dan bekerja dengan serius, persoalan seperti ini seharusnya tidak perlu terulang,” pungkasnya.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : FBN Kota|Penulis : Totas
.jpg)
