TerasIndonesiaNews.com - Kalbar, 06 Januari 2026
Lonjakan kekayaan sejumlah individu di Kalimantan Barat kian memicu kecurigaan publik. Kekayaan yang muncul secara mencolok tanpa penjelasan rasional mengenai sumber usaha dan aktivitas ekonomi yang jelas menimbulkan dugaan kuat adanya praktik pencucian uang (money laundering).
Alasan klasik seperti warisan maupun bisnis umum dinilai tidak cukup masuk akal untuk menjelaskan akumulasi harta dalam skala besar dan waktu singkat. Dugaan keterkaitan dengan sektor-sektor rawan seperti pertambangan, migas, hingga relasi keluarga dengan pejabat publik pun mencuat, namun tetap tidak memberikan pembenaran logis.
Fakta bahwa banyak individu lain yang juga memiliki keluarga atau kerabat anggota legislatif namun tidak menunjukkan lonjakan kekayaan serupa justru mempertegas kecurigaan publik. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: dari mana sebenarnya sumber dana tersebut berasal?
Masyarakat Kalimantan Barat mendesak aparat penegak hukum, PPATK, KPK, dan instansi terkait untuk tidak tutup mata. Penelusuran aliran dana, audit kekayaan, serta pemeriksaan transaksi keuangan dinilai mendesak demi membongkar potensi kejahatan keuangan yang merugikan negara.
Pembiaran terhadap dugaan pencucian uang bukan hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga membuka ruang suburnya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan kejahatan terorganisir. Negara tidak boleh kalah oleh kekuatan uang, dan hukum harus berdiri tegas tanpa pandang bulu.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : KBN|Penulis : Totas

