TerasIndonesiaNews.com - PONTIANAK, 7 Desember 2025
Isu ketidakcocokan antara Gubernur Kalimantan Barat dan Wakil Gubernur Kalbar kembali menjadi perhatian publik. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak, dinamika hubungan yang disebut tidak harmonis ini dinilai dapat berdampak pada jalannya pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di daerah.
Ketua Ksatria Bela Negara Kalbar menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi tersebut. Menurutnya, ketidakselarasan di pucuk pimpinan daerah bukan hanya persoalan internal, tetapi berpotensi menghambat program kerja dan merugikan masyarakat Kalbar secara luas.
“Ini tidaklah baik. Perselisihan atau ketidakcocokan semacam ini akan mengganggu kegiatan pembangunan Kalbar dan sangat merugikan masyarakat. Pembangunan membutuhkan kekompakan pemimpin daerah, bukan tarik-menarik kepentingan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, kondisi seperti ini seharusnya segera ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar. Diperlukan kehadiran tokoh bangsa atau tokoh masyarakat Kalbar yang dihormati untuk menengahi atau memberikan nasihat kepada kedua pemimpin.
“Perlu ada tokoh bangsa atau tokoh Kalbar yang turun tangan, minimal menjadi penengah agar masalah ini tidak semakin membesar. Gubernur dan wakil gubernur adalah putra-putra terbaik Kalbar. Jangan sampai perbedaan pandangan justru merugikan rakyat,” lanjutnya.
Ksatria Bela Negara Kalbar juga menyampaikan harapan besar agar situasi ini dapat segera mereda dan menjadi momentum menuju islah.
“Kami berharap ke depan ada jalan dan momen yang baik untuk islah. Kepentingan masyarakat harus dikedepankan, bukan ego masing-masing. Kekompakan kedua tokoh ini sangat penting untuk masa depan Kalbar,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak terkait isu ketidakharmonisan tersebut.
Editor : Tim Teras Indonesia News | Sumber : Totas | Penulis : Faisal

