• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    MILAD MAAM KE XII LAKSANAKAN ADAT TOLAK BALA.

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2025-12-30T12:28:53Z


    TerasIndonesiaNews.com - Tanah Datar, Selasa 30 Desember 2025

    Mahkamah Adat Alam Minangkabau disingkat MAAM, melaksanakan Milad ke XII, yang diselenggarakan di Rumah Gadang Ba Anjuang Sungai Tarab, Jorong Sungai Tarab, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, 29/12/2025.


    Kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap Tanggal 29 Desember, sebagai hari peringatan kebangkitan kembali gelar sajo tuo, legenda sejarah Minangkabau yaitu gelar Angku Datuk Katumangguanganselaku Pucuk Bulek Alam Minangkabau, Angku Datuk Prapatie Nan Sabatang selaku Urek Tunggang Alam Minangkabau dan Angku Datuk Srimaharajo Bamego-mego selaku Sondi Padek Alam Minangkabau, yang dilewakan di Situs Batu Batikam Dusun Tuo Limo Kaum. 


    Sekaligus berdirinya kembali Limbago Alam Minangkabau selaku Mahkamah Adat tertinggi di dalam Hukum Adat Minangkabau, maka ditentukan menjadi Ormas yang berbadan Hukum dan terdaftar di KepmenkumHam dengan nama Mahkamah Adat Alam Minangkabau pada tahun 2013 silam.


    Dengan berdirinya kembali gelar sako legendsris, gelar sako pendiri Adat Minangkabau menjadi kontroversial dan fenomenal, Penuh dramatis dan ironis dikala balewa gala sako tuo tersebut, namun semua keraguan dan kekhawatiran sebagian pihak, telah dijawab oleh waktu, MAAM tetap eksis dengan caranya, tanpa bantuan dana hibah dari pemerintah, tanpa meminta-minta kepada siapapun, sehingga MAAM berjalan dengan apa adanya dan murni bantuan dari Urang Minang yang peduli dan cinta kepada Minangkabau tanpa pamrih, seperti yang di sampaikan H.Exto Tentri.ST Datuk Majo Darijao selaku si Pangka, kepada awak media.


    Hal yang sama juga disampaikan H. Ramdalel. S.Sos.M.A.P. Bagindo Ibrahim, selaku siPokok, bahwa acara di Rumah Gadang Ba Anjuang ini terlaksana berkat kemurahan hati kaum Datuk Majo Indo Suku Piliang Laweh, mau menerima kehadiran MAAM untuk melaksanakan agenda tahunannya, sebab bagi kami, siapapun yang hendak memakai Rumah gadang untuk kegiatan agama dan apalagi Adat, tentu kami bukakan pintu dan memoersilahlan masuk ke rumah gadang dengan senang hati, sepanjang kegiatan itu tidak mengganggu dan tidak menyangkut paut dengan pihak kami," tegas ketua IPHI Bukittinggi sekaligus tapatan suku piliang laweh.


    Editor : Tim Teras Indonesia News | Sumber : Bhayangkara Utama | Penulis : Totas 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini