• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    KPK Persempit Penelusuran Aliran Dana Proyek Jalan Mempawah, LIRA Kalbar: “Jangan Sampai Mental Saat Tiba di Titik Sasaran”

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2025-12-05T02:22:32Z

     








    TerasIndonesiaNews.com - MEMPAWAH, 5 Desember 2025

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sejumlah saksi kembali dipanggil untuk memberikan keterangan, termasuk anak dari mantan Bupati Mempawah, Ria Norsan, yang berinisial RN.


    Dalam proses pendalaman, penyidik menelusuri detail perencanaan, penganggaran, hingga aliran dana pada proyek yang diketahui mengalami permintaan tambahan anggaran cukup besar. KPK menekankan bahwa pada tempus perkara, RN menjabat sebagai Bupati Mempawah sehingga keterangan tambahan dari berbagai pihak menjadi penting, khususnya terkait proses awal perencanaan dan pengajuan pendanaan.


    Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa berbagai saksi lain seperti mantan sopir Bupati, Abudin, serta pihak swasta seperti Ghazali, Hayati, Bangun Syah Daulay, dan Nikki Hizageri Gunawan. Keterangan mereka diperlukan untuk memetakan dugaan aliran perintah dan aliran dana dalam proyek tersebut.


    Pendapat LIRA Kalbar: Metode “Lingkaran Bulat” KPK Bagus, Tapi Jangan Sampai Patah Saat Menghantam Titik Tengah


    LIRA Kalbar, Totas, menilai langkah KPK saat ini mirip dengan strategi perang klasik: menggunakan pola “lingkaran bulat”. Artinya, penyidik bergerak dari titik terluar, memeriksa orang-orang yang berada di pinggiran kasus, lalu secara perlahan mempersempit lingkaran menuju inti persoalan.


    “Metode ini bagus. KPK mulai dari ujung dari saksi terluar dan terus bergerak menuju titik tengah. Dalam strategi perang, ini cara untuk mengepung sasaran agar tidak bisa menghindar,” ujar Totas.


    Namun ia mengingatkan satu hal penting.


    “Yang kami khawatirkan adalah, ketika KPK sudah mencapai titik sasaran, justru tiba-tiba mental atau hilang. Jangan sampai begitu sampai pada inti perkara, keberanian justru melemah. Publik ingin melihat penuntasan, bukan hanya gerakan di pinggir lingkaran.”


    Totas menegaskan bahwa sebagai lembaga independen, KPK harus berdiri tegak tanpa tekanan dan memastikan penegakan hukum berjalan apa adanya.


    “Masyarakat butuh kepastian hukum. KPK harus memeriksa semua pihak yang diduga terkait, tanpa terkecuali. Jika benar-benar memakai pola lingkaran bulat, maka penutupnya hanyalah satu: sampai pada pusat masalah dan menuntaskannya.”


    Masyarakat Menunggu Langkah Lanjutan


    Dengan semakin banyak pihak yang dipanggil dan pendalaman alur penganggaran terus dilakukan, publik kini menunggu langkah berikutnya dari KPK. Apakah lingkaran penyidikan ini benar-benar akan menyentuh inti perkara, atau berhenti di tepi sebelum mencapai pusat?


    LIRA Kalbar menegaskan akan terus mengawasi proses ini demi memastikan transparansi dan integritas penyelidikan.


    Editor : Tim Teras Indonesia News | Sumber : Totas Lira | Penulis : Faisal

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini