TerasIndonesiaNews.com - Mempawah, 1 Desember 2025
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengintensifkan penyidikan terkait dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten Mempawah pada tahun anggaran 2015. Kasus yang sempat menghebohkan publik Kalimantan Barat itu kini memasuki tahap pendalaman keterangan saksi dari berbagai pihak.
Sebagai bagian dari langkah intensifikasi penyidikan, tim penyidik KPK pada hari ini, Senin (1/12/2025), memanggil lima orang saksi yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pimpinan perusahaan hingga pihak swasta non-korporasi. Mereka dimintai keterangan untuk menguatkan proses penyusunan berkas penyidikan dan menelusuri lebih jauh dugaan aliran dana dalam proyek jalan yang dinilai bermasalah tersebut.
Sebelumnya, pada 24–25 September 2025, KPK telah melakukan serangkaian tindakan pro-justitia berupa penggeledahan di sejumlah lokasi strategis di Kalimantan Barat. Langkah ini menjadi salah satu titik penting dalam pengungkapan dugaan praktik korupsi yang menyeret sejumlah nama pejabat dan pihak terkait.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan agenda pemeriksaan tersebut kepada awak media.
“Tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi pada hari ini,” ujar Budi, Senin (1/12/2025) siang.
Adapun lima saksi yang dijadwalkan hadir yaitu:
Charles Ferlani, Direktur Utama PT Bhakti Karya Mandiri
Harli Wijaya, Direktur Utama PT Jaga Aman Sarana
Edward Effendy Batubara, Direktur Utama PT Bintang Pratama Mix
Evan Kusnedy, pihak swasta
Satu saksi lain dengan latar belakang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS)
LIRA Kalbar Apresiasi Langkah KPK
Ketua Tim Investigasi LIRA Kalbar, Totas, turut memberikan tanggapan atas perkembangan penyidikan ini. Menurutnya, pemanggilan sejumlah saksi merupakan langkah tepat untuk menegakkan kepastian hukum dan memastikan tidak ada pihak yang lolos dari proses pemeriksaan.
“Untuk mendapatkan informasi dan kepastian hukum, memang selayaknya KPK memeriksa pihak-pihak yang diindikasikan terlibat dalam suatu kasus. Kali ini kami di LIRA Kalbar mengapresiasi langkah KPK yang bergerak cepat dan terbuka dalam penanganan kasus ini,” tegas Totas.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Kalimantan Barat berharap penyidikan ini benar-benar dituntaskan sehingga kejelasan hukum dapat terwujud dan tidak ada lagi proyek publik yang dikorupsi.
Dengan pemanggilan lima saksi hari ini, KPK menegaskan kembali komitmennya menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek jalan Mempawah yang hingga kini masih terus bergulir.
Editor: Tim Teras Indonesia News | Sumber: Edi KBN | Penulis: Ical

