TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, 03 Desember 2025
Lembaga Investigasi dan Monitoring (LIRA) Kalimantan Barat menyampaikan keprihatinan mendalam atas tidak jelasnya keberadaan dua aset kendaraan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, yakni ambulans bantuan Wakil Presiden RI dan Toyota Land Cruiser VX yang hingga kini belum menunjukkan progres perbaikan sebagaimana dijanjikan.
Sebelumnya, Pj Gubernur Kalimantan Barat Harisson menyampaikan bahwa kedua kendaraan tersebut sedang menjalani perbaikan dan akan selesai pada akhir Oktober 2024. Namun, hingga memasuki akhir November 2024, tidak ada laporan resmi, bukti fisik, maupun penjelasan lanjutan terkait keberadaan maupun kondisi aset tersebut.
Minim Transparansi, Publik Makin Curiga
Sejak akhir 2024, kedua kendaraan ini tidak pernah terlihat dalam kegiatan resmi Pemprov. Absennya laporan perkembangan dan ketiadaan dokumentasi terbaru memunculkan pertanyaan serius tentang pengelolaan dan pengawasan aset daerah.
LIRA memandang bahwa ketidakterbukaan ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah provinsi.
Ketua LIRA Kalbar, Totas, menegaskan bahwa pejabat publik wajib menjaga konsistensi antara pernyataan dan kenyataan di lapangan.
“Sebagai pejabat publik, seharusnya ada sinkronisasi antara apa yang disampaikan dengan realitas. Transparansi itu penting agar masyarakat bisa menilai secara objektif dan tidak muncul dugaan-dugaan yang justru merugikan pemerintah sendiri,” ujar Totas.
Ia menambahkan bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan akurat mengenai aset daerah, terutama yang bernilai besar dan digunakan untuk kepentingan pelayanan publik.
LIRA Mendesak Penjelasan Resmi
LIRA Kalbar meminta Pj Gubernur Kalbar melalui perangkat terkait untuk:
1. Menyampaikan laporan resmi mengenai keberadaan dan status perbaikan kedua kendaraan tersebut.
2. Memublikasikan bukti fisik atau dokumentasi terbaru sebagai bentuk akuntabilitas publik.
3. Melakukan audit internal apabila diperlukan, guna memastikan tidak terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan aset daerah.
Keterbukaan informasi dinilai penting untuk mencegah berkembangnya spekulasi di masyarakat.
Publik Menanti Kepastian
LIRA menegaskan bahwa publik tidak lagi membutuhkan janji, tetapi kejelasan dan bukti nyata. Hingga saat ini, ketiadaan laporan dan informasi resmi terkait kedua kendaraan tersebut menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab pemerintah provinsi.
LIRA Kalbar akan terus melakukan pemantauan dan siap mengambil langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku apabila tidak ada perkembangan yang disampaikan.
Editor: Tim Teras Indonesia News | Sumber: Edi Samat | Penulis: Totas Lira

