Upaya memperkuat moderasi beragama dan mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat kembali mendapat angin segar melalui kegiatan TERA (Temu Ramah) yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Singkawang, tepatnya di Kecamatan Singkawang Selatan. Kegiatan perdana ini dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman Tarmizi, Ketua Pengurus Masjid At-Taqwa, RT 06 Kelurahan Sagatani.
Kegiatan ini berlandaskan pada program peningkatan pelayanan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, serta optimalisasi peran KUA sebagai ujung tombak pembinaan umat di tingkat kecamatan.
Kehadiran Tokoh Lintas Sektor
Acara TERA berlangsung hangat dengan kehadiran sekitar 20 peserta, terdiri atas:
Kepala KUA Kecamatan Singkawang Selatan Ajmain, S.Th.I,
Para penyuluh agama,
Lurah Sagatani,
Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat,
Ketua dan anggota pengurus masjid,
Ketua nazir wakaf,
Perwakilan lintas suku dan lintas agama,
Serta masyarakat umum.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dan pengantar dari Lurah Sagatani. Dalam penyampaiannya, beliau sangat mengapresiasi pelaksanaan TERA dan berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan, mencegah konflik sosial maupun keagamaan, serta memperkuat kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai.
Materi utama disampaikan langsung oleh Kepala KUA Singkawang Selatan. Ia mengajak masyarakat memperluas cara pandang tentang pentingnya keseimbangan antara:
diri dan sosial,
ilmu dan adab,
ucapan dan perilaku,
Ia menegaskan bahwa moderasi beragama berawal dari pemahaman yang benar terhadap ajaran agama masing-masing, kemudian dipraktikkan dengan cara yang bijak dalam kehidupan sosial. Dengan cara ini, berbagai potensi konflik dapat dihindari karena semua agama dan adat pada dasarnya mengajarkan moral yang baik.
“Adil ka’ Talino, Bacuramin ka’ Saruga, Basengat ka’ Jubata” — sebuah falsafah yang sangat moderat dan menghargai keberagaman.
Artinya:
berbuat adil dan bijak kepada sesama,
bercermin pada orang-orang yang berakhlak baik,
serta meneladani kasih Tuhan yang mencintai seluruh makhluk.
Sesi tanya jawab berlangsung santai dan interaktif antara tokoh masyarakat dan Kepala KUA mengenai berbagai permasalahan sosial-keagamaan yang kerap muncul di masyarakat. Semua pertanyaan dijawab dengan bahasa yang:
santun, sederhana, menyeluruh, solutif, dan meneduhkan.
Peserta menilai seluruh persoalan yang selama ini menjadi kegelisahan masyarakat terjawab tuntas. Mereka juga mengaku mendapatkan pencerahan berupa pemahaman baru yang konstruktif dan menyejukkan.
Kegiatan TERA perdana di Singkawang Selatan ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar kerukunan dan kedamaian dapat terus terjaga.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting karena belum pernah dilaksanakan di kecamatan lain di Kota Singkawang. Kesuksesannya di Singkawang Selatan menjadi langkah awal yang diharapkan dapat diikuti oleh kecamatan lain demi memperkuat kehidupan sosial yang rukun, damai, dan saling menghargai perbedaan.
Editor: Tim Teras Indonesia | Peliput: Anang Suryana

