PONTIANAK, TERAS INDONESIA NEWS||Seorang oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) diduga tengah bergerak ke berbagai pihak untuk mencari siapa yang dianggap menjadi “dalang” di balik pemberitaan kasus yang menyeret nama Gubernur Kalbar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum pejabat dari salah satu dinas tersebut disebut-sebut berusaha membangun narasi bahwa pemberitaan terkait dugaan kasus tersebut hanyalah rekayasa dan dibuat oleh pihak tertentu. Padahal, sejumlah sumber terpercaya menegaskan bahwa seluruh pemberitaan yang beredar merupakan hasil penelusuran berdasarkan data valid dan narasumber yang kredibel.
Ketua Pemantau Kebijakan Publik, Nugroho, mengecam tindakan oknum tersebut yang dinilainya tidak etis dan berpotensi mengganggu proses klarifikasi publik terhadap isu yang sedang berkembang.
“Kalau benar ada pejabat yang keliling mencari siapa yang dianggap ‘dalang’ di balik berita, itu tindakan yang tidak benar. Pejabat publik seharusnya fokus pada tugas dan tanggung jawabnya, bukan menekan kebebasan pers atau mengintervensi opini masyarakat,” tegas Nugroho di Pontianak, Minggu (3/11).
Menurut Nugroho, pemberitaan yang mengangkat persoalan publik — terutama yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan — merupakan bentuk kontrol sosial yang sah dan dilindungi oleh undang-undang.
“Media bekerja berdasarkan fakta dan narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Jadi kalau ada pihak yang menuduh itu rekayasa tanpa bukti, justru menimbulkan kesan ingin menutupi kebenaran,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pejabat di lingkungan Pemprov Kalbar agar tidak bertindak emosional dalam menanggapi isu-isu publik. Menurutnya, tindakan mencari pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pemberitaan justru dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap prinsip transparansi dan demokrasi.
“Keterbukaan informasi publik adalah hak masyarakat. Kalau memang tidak bersalah, sampaikan klarifikasi dengan data dan cara yang benar, bukan dengan memburu siapa yang menyebarkan berita,” pungkas Nugroho.

