TERASINDONESIANEWS.COM - PONTIANAK 11, NOV- 2025
Tim investigasi Ksatria Bela Negara Kalimantan Barat (KBN Kalbar) yang dipimpin oleh Edi Samat berhasil mengungkap keberadaan sebuah gudang penyimpanan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) ilegal di kawasan Jalan Kebangkitan Nasional, Siantan Hilir, Pontianak Utara.
Gudang tersebut diduga beroperasi tanpa izin resmi, tanpa papan nama perusahaan, serta tanpa dokumen legalitas usaha yang seharusnya dimiliki oleh pelaku industri. Aktivitas bongkar muat di lokasi pun disebut berlangsung secara tertutup dan tanpa pengawasan pihak berwenang.
“Ini sungguh tidak bisa dibenarkan dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Edi Samat, Ketua Tim Investigasi Ksatria Bela Negara Kalbar. “Kami akan segera menyampaikan laporan dan bukti temuan ini kepada aparat penegak hukum agar segera ditindak sesuai aturan yang berlaku.”
Dalam investigasi yang dilakukan pada Jumat (7/11/2025), tim KBN Kalbar mencatat adanya bau menyengat khas CPO yang tercium hingga ke luar area gudang, menandakan aktivitas penyimpanan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa tempat tersebut digunakan untuk menampung dan mengelola CPO tanpa izin yang sah.
KBN Kalbar menilai, praktik semacam ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan retribusi, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan serta merusak reputasi industri kelapa sawit Kalimantan Barat yang selama ini berupaya menjaga tata kelola berkelanjutan.
“Kami berharap aparat segera turun tangan dan menindak tegas pelaku di balik aktivitas ilegal ini. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia usaha di Kalbar,” tambah Edi Samat.
Temuan ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas penyimpanan dan distribusi CPO di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Ksatria Bela Negara Kalbar berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan, investigasi, dan pelaporan terhadap setiap bentuk penyimpangan yang merugikan kepentingan publik serta mencoreng nama baik daerah.
Editor: Tim Redaksi Teras Indonesia News | Reporter: Totas KBN | Narasumber: Edi Samat

