PONTIANAK, TERAS INDONESIA NEWS||Proyek jembatan di Jalan Dharma Putra, Kecamatan Pontianak Utara kini jadi sorotan. Uang rakyat hampir Rp800 juta digelontorkan dari APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2025. Tapi di lapangan, tanda tanya besar muncul.
Ketua Harian Ksatria Bela Negara (KBN) Kalimantan Barat, Edi Samad, turun langsung ke lokasi. Hasilnya membuat kening berkerut.
“Kami temukan pekerjaan dilakukan malam hari. Aneh. Beberapa bagian jembatan malah ditutup triplek, bukan material permanen. Ini sangat tidak wajar,” ujar Edi Samad, Sabtu (1/11/2025).
Edi menilai, cara kerja seperti itu membuka dugaan kuat: proyek tidak sesuai spesifikasi teknis.
Ia menegaskan, pekerjaan jembatan bukan proyek kecil. Ini infrastruktur vital yang menanggung keselamatan warga setiap hari.
“Jangan main-main dengan uang rakyat. Kalau kualitasnya dikorbankan, maka ini bukan pembangunan — tapi pengkhianatan,” tegasnya.
Edi juga meminta Dinas PUPR Kota Pontianak segera turun tangan. Kontraktor pelaksana, CV. Fatwa Utama, harus diaudit secara menyeluruh. Jika terbukti lalai, ia menuntut agar tindakan tegas segera diambil.
“Jangan tunggu jembatan rusak baru panik. Jangan tunggu korban jatuh baru sibuk saling menyalahkan,” katanya.
Menurut Edi, pengawasan publik adalah kunci. Ksatria Bela Negara bersama masyarakat siap mengawal proyek ini dari awal sampai selesai.
“Kami bukan mencari sensasi. Kami menjaga agar uang rakyat tidak dibakar dengan cara halus. Kualitas harus di atas segalanya,” ujarnya dengan nada tegas.
Sumber : Edi Samat | Penulis : Totas

