PONTIANAK, TERAS INDONESIA NEWS||Warga Pontianak Utara dibuat resah oleh aktivitas mencurigakan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi tak jauh dari Polsek Pontianak Utara. SPBU tersebut diduga menjadi tempat praktik permainan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal yang tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kemacetan parah di kawasan Jalan Gusti Mahmud dan sekitarnya.
Antrean panjang kendaraan, terutama truk dan mobil penampung BBM, nyaris setiap hari mengular hingga memblokir badan jalan. Warga menduga sebagian operator SPBU terlibat dalam praktik penyelewengan BBM bersubsidi, dengan cara melayani pembelian dalam jumlah besar untuk dijual kembali oleh penampung dengan harga lebih tinggi.
Dari informasi yang beredar, BBM subsidi yang seharusnya dijual seharga Rp6.800 per liter, diduga dijual kembali oleh penampung dengan harga mencapai Rp10.000 hingga Rp11.000 per liter. Kondisi ini menimbulkan kecemburuan sosial dan keresahan publik, terutama di tengah sulitnya masyarakat kecil mendapatkan bahan bakar sesuai harga resmi pemerintah.
Ketua Harian Ksatria Bela Negara Kalimantan Barat, Edi Samat, dengan tegas mengecam dugaan praktik kotor tersebut.
Ini sudah tidak benar, apalagi lokasinya hanya selemparan batu dari kantor polisi. Selain permainan BBM ilegal, antrean panjang di SPBU itu juga menyebabkan kemacetan luar biasa. Pertamina dan aparat hukum harus segera bertindak, jangan tutup mata,” tegasnya.
Edi menilai, pembiaran terhadap praktik seperti ini bukan hanya mencoreng nama baik aparat penegak hukum, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap penyaluran BBM bersubsidi yang seharusnya tepat sasaran.
Ia meminta Pertamina, kepolisian, dan aparat penegak hukum (APH) lainnya segera melakukan penyidikan dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
“Penyalahgunaan BBM bersubsidi jelas melanggar hukum dan merugikan negara. Ini harus segera dihentikan sebelum makin meluas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU maupun aparat terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan permainan BBM ilegal di wilayah Pontianak Utara tersebut.
Sumber: Edi Ksatria Bela Negara Penulis: Faisal

