TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Rabu, 14 Oktober 2026
Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menggelar aksi protes terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar yang dinilai belum teratasi. Dalam aksi tersebut, mahasiswa bersama tim Pertamina Ketapang mendorong sepeda motor sejauh kurang lebih 50 meter sebagai bentuk protes atas sulitnya masyarakat memperoleh bahan bakar.
Aksi yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) itu menjadi bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap persoalan distribusi BBM yang disebut telah berlangsung selama beberapa bulan. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat yang bergantung pada Pertalite dan solar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Mahasiswa mendesak Pemerintah Kabupaten Ketapang dan DPRD Kabupaten Ketapang agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka menilai ketersediaan BBM merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, mulai dari pengguna kendaraan pribadi hingga pelaku usaha dan pekerja yang membutuhkan bahan bakar untuk mencari nafkah.
Kelangkaan BBM juga dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas transportasi dan perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, mahasiswa meminta pemerintah daerah, DPRD, Pertamina, serta instansi terkait memperkuat koordinasi guna memastikan distribusi dan ketersediaan BBM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah. Selain persoalan kelangkaan BBM, mereka juga menyoroti masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada pekatnya kabut asap di wilayah Kabupaten Ketapang.
Mahasiswa meminta seluruh tuntutan yang telah disampaikan mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai tenggat waktu yang mereka tetapkan. Mereka berharap pemerintah tidak berhenti pada pemberian tanggapan, tetapi juga menyampaikan langkah penyelesaian yang jelas dan dapat dipantau masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Ketapang disebut telah memberikan tanggapan terhadap enam tuntutan tersebut. Meski demikian, realisasi tindak lanjutnya masih menjadi perhatian, khususnya terkait upaya mengatasi kelangkaan Pertalite dan solar.
Mahasiswa berharap ketersediaan BBM segera kembali normal sehingga masyarakat tidak terus menghadapi kesulitan dalam menjalankan aktivitas, bekerja, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aksi ini menjadi pengingat pentingnya penanganan persoalan distribusi BBM secara menyeluruh. Sinergi pemerintah daerah, DPRD, Pertamina, dan instansi terkait diharapkan dapat menghasilkan solusi nyata agar kebutuhan bahan bakar masyarakat Kabupaten Ketapang dapat terpenuhi.
Editor : Tim Redaksi | Liputan : Dedi. S



Tidak ada komentar:
Posting Komentar