TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Jum'at, 09 Oktober 2026
Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu (10/10/2026). Kondisi tersebut memicu perhatian pemerintah daerah yang meminta adanya langkah cepat untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meminta PT Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera mengambil langkah konkret agar pasokan BBM di wilayahnya tetap aman dan antrean panjang tidak terus berulang.
Menurut Alexander, pengaturan, penyediaan, dan penetapan kuota BBM melibatkan kewenangan pihak terkait di tingkat pusat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkepentingan memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terganggu.
“Antrean BBM kembali terjadi di sejumlah SPBU. Saya sudah meminta Pertamina dan BPH Migas segera mengambil langkah agar kondisi ini tidak terus berlarut dan meresahkan masyarakat,” katanya.
Alexander menilai kebutuhan BBM di Kabupaten Ketapang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, bertambahnya jumlah kendaraan, meningkatnya mobilitas masyarakat, serta aktivitas transportasi yang semakin tinggi.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan BPH Migas dinilai penting untuk memastikan distribusi serta ketersediaan BBM sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap langkah cepat dari pihak terkait dapat mencegah antrean berkepanjangan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di Kabupaten Ketapang.
Editor : Tim Redaksi | Narasumber : Bupati Ketapang Alexander Wilyo | Penulis : Suhelmi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar