TerasIndonesiaNews.com — Jakarta | Kamis, 13 Agustus 2026
Menatap 2029, kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan dan dukungan publik. Hal itu dibahas dalam Podcast EdShareOn bersama Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, Ph.D., yang dipandu Eddy Wijaya, Rabu (12/8/2026).
Djayadi menilai hasil survei seharusnya dipandang sebagai instrumen navigasi kebijakan, bukan sekadar angka elektabilitas. Naik-turunnya tingkat kepuasan publik menjadi sinyal bagi pemerintah untuk mengetahui program yang telah berjalan baik maupun sektor yang membutuhkan percepatan.
Menurutnya, modal politik terbaik adalah hasil kerja nyata. Ketika masyarakat merasakan langsung manfaat program pemerintah di bidang ekonomi, kesejahteraan, dan infrastruktur, kepercayaan publik akan tumbuh secara alami dan berkelanjutan.
“Persepsi publik terbentuk dari pengalaman nyata terhadap kebijakan yang dijalankan. Jika masyarakat merasakan manfaat langsung, dukungan politik akan tumbuh secara alami dan sustain hingga 2029,” tegas Djayadi.
Untuk memperkuat kepercayaan tersebut, pemerintah perlu fokus pada dua hal utama: efisiensi birokrasi dengan mengurangi tumpang tindih kewenangan, serta komunikasi publik yang terintegrasi, transparan, dan edukatif.
Djayadi menegaskan, kombinasi antara program yang tepat sasaran, birokrasi yang efektif, dan komunikasi yang terbuka dapat menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat posisi politik pemerintah menuju 2029.
Sementara itu, Eddy Wijaya menekankan bahwa survei semestinya menjadi pemacu pemerintah untuk terus memperbaiki kinerja. Sebab, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui narasi, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
Ulasan lengkap mengenai dinamika politik dan proyeksi menuju 2029 dapat disimak melalui kanal YouTube EdShareOn Eddy Wijaya dan situs resmi EdShareOn.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Eddy Wijaya | Penulis : Deta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar