TerasIndonesiaNews.com — Sukabumi, Jawa Barat | Senin, 24 Agustus 2026
Momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Sukabumi berlangsung hangat, inspiratif, dan penuh semangat kolaborasi. Ratusan pemuda, akademisi, hingga pimpinan berbagai organisasi kemahasiswaan berkumpul dalam satu ruang dialog intelektual bertajuk "Simposium Kebangsaan Mahasiswa: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia", liputan edisi khusus, hari Minggu, tanggal (23/08/2026).
Mengusung tema besar “Berdikari dalam Pikiran, Bersatu dalam Perjuangan, Mahasiswa Pelopor Persatuan Bangsa,” simposium ini berhasil membuktikan bahwa perbedaan latar belakang dan bendera organisasi bukanlah sekat, melainkan kekayaan intelektual untuk merawat persatuan bangsa.
Acara yang diinisiasi oleh elemen gerakan muda Sukabumi ini menekankan pentingnya memaknai kemerdekaan secara kritis namun tetap solutif. Di tengah isu ketimpangan sosial, tantangan dunia pendidikan, hingga derasnya arus informasi di era digital, mahasiswa diajak untuk tidak sekadar menjadi penonton sejarah atau konsumen informasi pasif.
Sebaliknya, mahasiswa dituntut untuk berdikari secara pikiran—membangun kemandirian intelektual, berpikir berbasis data, serta menguji setiap argumentasi demi kepentingan publik. Kepeloporan generasi muda hari ini tidak lagi diukur dari seberapa keras suara kritik disampaikan, melainkan seberapa jauh gagasan tersebut diubah menjadi tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Salah satu pencapaian paling menarik dan berkesan dari simposium ini adalah lahirnya gagasan Sukabumi Plus. Menyadari bahwa fragmentasi gerakan sering kali memperlemah daya tawar intelektual, para aktivis mahasiswa Sukabumi bersepakat untuk menghadirkan ruang konsolidasi yang inklusif, terbuka, dan egaliter.
Sukabumi Plus hadir bukan untuk menggantikan atau melebur identitas organisasi yang sudah ada seperti HMI, GMNI, PMII, KAMMI, IMM, SEMMI, maupun BEM Kampus. Setiap lembaga tetap menjaga independensi dan karakteristik uniknya masing-masing. Namun, melalui Sukabumi Plus, seluruh elemen gerakan memiliki "rumah bersama" untuk berdialog, melakukan kajian kritis, dan merumuskan langkah strategis ketika berhadapan dengan isu-isu kepentingan publik.
Dengan pendekatan bottom-up, Sukabumi Plus dirancang untuk mendengarkan langsung aspirasi warga dari akar rumput, membedah masalah lokal Sukabumi dalam peta perkembangan nasional hingga global, serta mendorong solusi nyata yang terukur.
Suasana keakraban dan semangat persatuan begitu terasa sepanjang diskusi. Hal ini tak lepas dari hadirnya para narasumber lintas organisasi dan akademisi yang duduk bersama membagikan pandangan, di antaranya:
- Aris Gunawan (Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya)
- Ade Roni Ronaldo (Ketua HMI Sukabumi)
- Rizki Kurnia (Ketua SEMMI Kota Sukabumi)
- Fahmi Fauzi (Ketua PMII Kota Sukabumi)
- Adi Rizki (Ketua KAMMI Sukabumi Raya)
- Diki Agustiana (Ketua IMM Sukabumi Raya)
- Nuchracha Alhuda Hasnda, S.H., M.H. (Dosen Hukum Universitas Nusa Putra)
- Ahmad Brick Abdul Azis (Ketua BEM Universitas Nusa Putra)
- Rahmadi I.M. (Koordinator Wilayah Priangan Barat BEMNUS Jabar)
Kehadiran para pimpinan organisasi ini menjadi sinyal positif bahwa gerakan mahasiswa di Sukabumi semakin matang, berorientasi pada titik temu, serta siap melangkah bersama demi kebermaslahatan masyarakat.
Simposium Kebangsaan Mahasiswa Sukabumi ditutup dengan lembar pernyataan sikap yang penuh optimisme. Momentum 81 tahun Indonesia merdeka ditegaskan bukan lagi tentang mempertanyakan kapan kita merdeka, melainkan bagaimana generasi muda menjaga, mengisi, dan memastikan api kemerdekaan itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dari Sukabumi, pesan persatuan ini menggema: Berdikari dalam pikiran, bersatu dalam perjuangan, dan terus menjadi pelopor bagi kemajuan bangsa!
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Ketua GMNI | Penulis : Deta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar