-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Skandal Rel Kereta Membesar: 31 Tersangka Dijerat, Bayang-Bayang Elite DPR Mulai Terkuak

    Teras Indonesia News
    Selasa, 05 Mei 2026, 7:13:00 AM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-05T00:13:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    TerasIndonesiaNews.com - Jakarta, 05 Mei 2026


    Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan perawatan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan. Kasus yang telah berjalan sejak operasi tangkap tangan (OTT) pada 2023 ini kini semakin melebar dan menyeret banyak pihak.


    Hingga saat ini, KPK telah menetapkan sedikitnya 31 orang serta dua korporasi sebagai tersangka. Nilai proyek yang diduga bermasalah mencapai angka triliunan rupiah dan tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi.


    Dalam perkembangan terbaru, penyidik KPK memeriksa sejumlah saksi penting, termasuk pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri aliran dana serta dugaan praktik suap yang terjadi dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek.


    Tak hanya itu, penyidikan juga mulai menyentuh ranah politik. Nama Ketua Komisi V DPR RI, Lazarus, disebut-sebut dalam pusaran perkara. Meski demikian, hingga saat ini KPK belum menetapkan status hukum terhadap yang bersangkutan. Penyidik masih mendalami berbagai keterangan dan bukti sebelum mengambil langkah lebih lanjut.


    KPK menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan, serta tidak akan tebang pilih dalam mengungkap pihak-pihak yang terlibat.


    Pendapat LIRA Kalbar

    Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalimantan Barat menilai kasus ini sebagai alarm keras bagi sistem pengawasan anggaran negara, khususnya di sektor infrastruktur.


    Perwakilan LIRA Kalbar menyatakan bahwa munculnya dugaan keterlibatan elite politik menunjukkan adanya potensi “permainan besar” di balik proyek-proyek strategis nasional.


    “Ini bukan sekadar kasus korupsi biasa. Jika benar ada keterlibatan oknum legislatif, maka ini mencerminkan kegagalan fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan DPR,” tegas perwakilan LIRA Kalbar.


    LIRA juga mendesak KPK untuk bertindak tegas dan tidak ragu mengusut siapa pun yang terlibat, tanpa melihat jabatan maupun kekuatan politik.


    “Publik menunggu keberanian KPK. Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jika ada bukti, siapapun harus diproses,” tambahnya.


    Kasus ini diperkirakan masih akan terus berkembang seiring pendalaman penyidikan. Masyarakat kini menanti, apakah skandal ini akan benar-benar membuka tabir keterlibatan aktor besar di balik proyek perkeretaapian nasional.


    Editor  : Tim Teras Indonesia News|Sumber : LIRA KALBAR|Penulis : Edi Samad

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar