-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    SKANDAL “KEPALA IKAN CUE” GUNCANG NYALINDUNG! Menu MBG di PAUD Arrahmah Dinilai Tak Layak, Orang Tua Murid Geram

    Teras Indonesia News
    Rabu, 06 Mei 2026, 12:00:00 PM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-06T05:00:25Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Nyalindung, Jawa Barat | Rabu, 06 Mei 2026

    Dugaan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di PAUD Arrahmah Abdurrahman, Kampung Cireundeu, Desa Mekarsari, memicu kemarahan warga. Menu berupa kepala ikan cue yang disajikan kepada anak-anak dinilai tidak layak konsumsi dan jauh dari standar gizi yang ditetapkan pemerintah.


    Kasus ini tak lagi dianggap sekadar kelalaian teknis. Masyarakat menilai ada indikasi pelanggaran serius terhadap standar mutu pangan yang telah ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Tokoh masyarakat setempat, Ibu LN, menilai penyajian tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap instruksi pusat.


    “Ini bukan soal makanan sederhana, tapi soal kualitas dan keamanan anak-anak. Kalau hanya kepala ikan yang diberikan, itu jelas tidak manusiawi dan melanggar mandat negara,” tegasnya.


    Di lapangan, keresahan orang tua murid semakin meningkat. Ujang, salah satu wali murid, meminta aparat segera turun tangan.


    “Kalau memang ada aturan tegas dari pusat, tolong diperiksa. Anak kami bukan untuk eksperimen,” ujarnya.


    Hal serupa disampaikan Mimin yang menyoroti adanya kejanggalan distribusi.


    “Dari pusat sudah jelas arahannya bagus, tapi di sini hasilnya berbeda. Ini patut dicurigai,” katanya.


    Sementara itu, Ajeng menyoroti aspek keamanan makanan.


    “Kepala ikan itu tajam dan berisiko bagi anak-anak. Ini bukan sekadar soal gizi, tapi keselamatan,” tegasnya.


    Kini, SPPG Rahayu Mekarsari menjadi sorotan dan berpotensi masuk dalam audit. Jika ditemukan indikasi penyimpangan anggaran atau kelalaian yang membahayakan kesehatan anak, kasus ini bisa berujung pada proses hukum serius.


    Kasus ini menjadi peringatan bahwa program gizi anak tidak boleh dijalankan asal-asalan. Warga Nyalindung kini menanti tindakan tegas—apakah hukum akan benar-benar ditegakkan, atau kasus ini berlalu tanpa kejelasan.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Ibu Lisna, dan Bapak Paul | Penulis : Deta

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar