-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oknum Avsec Diduga Terlibat Penyelundupan Etomidate, Aliansi Pers Bumi Khatulistiwa Minta Evaluasi Menyeluruh

    Teras Indonesia News
    Jumat, 29 Mei 2026, 10:43:00 AM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-29T03:43:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Jum'at, 29 Mei 2026

    Terungkapnya dugaan keterlibatan oknum petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Supadio Pontianak dalam kasus penyelundupan etomidate ke Kalimantan Timur menjadi sorotan publik. Kasus yang dibongkar Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur tersebut menunjukkan adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum internal yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan penerbangan.


    Berdasarkan informasi yang beredar, seorang oknum petugas Avsec berinisial MH diduga membantu meloloskan etomidate cair yang dikemas dalam cartridge rokok elektrik (vape) melalui pemeriksaan bandara. Dugaan tersebut terungkap setelah pengembangan kasus yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kaltim.


    Kasus ini kembali membuka mata publik bahwa ancaman peredaran narkotika dan zat berbahaya tidak hanya melibatkan jaringan eksternal, tetapi juga dapat memanfaatkan celah yang berasal dari dalam institusi itu sendiri. Oleh karena itu, pengawasan internal yang ketat dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.


    Menanggapi hal tersebut, Ketua Aliansi Pers Bumi Khatulistiwa, M. Budiyanto, mengatakan bahwa peristiwa seperti ini bukanlah persoalan baru, melainkan masalah klasik yang sudah lama menjadi perhatian berbagai pihak.


    "Ini sebenarnya masalah klasik dan masalah lama yang terus berulang dalam berbagai bentuk. Karena itu diperlukan kesadaran bersama serta langkah-langkah yang konkret dan terukur agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi di berbagai tingkatan instansi," ujar M. Budiyanto.


    Menurutnya, setiap lembaga maupun instansi harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal, peningkatan integritas sumber daya manusia, serta memperkuat mekanisme pengawasan yang melibatkan berbagai unsur terkait.


    "Jangan hanya fokus pada penindakan setelah kejadian terjadi. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sistem pencegahan yang kuat. Semua pihak harus menyikapi persoalan ini dengan serius dan mengambil tindakan yang baik agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa mendatang," tegasnya.


    Budiyanto juga mengapresiasi langkah aparat penegak hukum yang berhasil mengungkap dugaan jaringan tersebut. Namun ia berharap pengusutan dilakukan secara transparan dan tuntas sehingga mampu memberikan efek jera sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan publik.


    Kasus ini kini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Masyarakat pun menaruh harapan besar agar pengungkapan dilakukan hingga ke akar permasalahan serta menjadi momentum perbaikan sistem pengawasan di berbagai instansi yang memiliki fungsi strategis dalam pelayanan dan keamanan publik.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : APBK | Penulis : Totas

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar