-->
  • Jelajahi

    Copyright © Teras IndonesiaNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LIRA Kalbar Pertanyakan Kejelasan Penanganan 14 Pengunjung THM Win One yang Positif Narkoba

    Teras Indonesia News
    Minggu, 31 Mei 2026, 10:28:00 AM WIB
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-05-31T03:28:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Minggu, 31 Mei 2026

    Penanganan kasus 14 pengunjung tempat hiburan malam (THM) Win One yang diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar dan dinyatakan positif narkotika mulai menuai sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalimantan Barat yang mempertanyakan transparansi dan kejelasan proses hukum terhadap para pihak yang diamankan tersebut.


    Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, menyatakan pihaknya akan memanggil pengelola Win One setelah adanya pengamanan terhadap 14 orang yang berdasarkan hasil tes urine dinyatakan positif narkotika. Satpol PP juga menyebut akan melakukan kajian lebih lanjut terkait izin operasional tempat hiburan malam tersebut bersama instansi terkait.

     

    Di sisi lain, Ditresnarkoba Polda Kalbar menyebut seluruh orang yang diamankan merupakan penyalahguna atau pecandu narkotika dan akan menjalani asesmen terpadu dengan kemungkinan diarahkan ke proses rehabilitasi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga disebut menemukan barang bukti narkotika jenis ekstasi dari salah satu orang yang diamankan.


    Menanggapi hal itu, LIRA Kalbar mengaku heran karena hingga saat ini belum terlihat adanya penjelasan yang rinci dan terbuka kepada masyarakat mengenai kelanjutan penanganan terhadap 14 orang tersebut.


    Menurut LIRA Kalbar, publik berhak mengetahui bagaimana status hukum mereka setelah diamankan. Apakah seluruhnya dibebaskan, apakah sebagian menjalani rehabilitasi, atau apakah ada yang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.


    “Yang menjadi pertanyaan kami, bagaimana kelanjutan penanganan terhadap 14 orang yang diamankan itu. Sampai hari ini masyarakat belum mendapatkan penjelasan yang benar-benar jelas. Apakah semuanya dibebaskan, direhabilitasi, atau ada yang diproses hukum lebih lanjut. Ini yang perlu dijelaskan secara terbuka,” ujar perwakilan LIRA Kalbar.


    LIRA Kalbar menilai, dalam kasus yang menjadi perhatian publik seperti ini, aparat penegak hukum semestinya memberikan informasi yang transparan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.


    “Jangan sampai muncul pertanyaan-pertanyaan liar karena minimnya informasi resmi. Apalagi yang diamankan cukup banyak dan seluruhnya disebut positif berdasarkan hasil tes urine. Masyarakat tentu ingin tahu bagaimana akhir dari penanganan kasus tersebut,” lanjutnya.


    LIRA Kalbar juga meminta aparat yang menangani perkara tersebut agar segera memberikan rilis resmi yang lengkap terkait hasil pemeriksaan, status para pihak yang diamankan, serta langkah hukum yang telah dan akan dilakukan.


    “Kalau memang rehabilitasi, sampaikan rehabilitasi. Kalau ada yang ditetapkan sebagai tersangka, sampaikan juga. Jangan sampai muncul dugaan-dugaan yang berkembang di masyarakat karena tidak adanya keterbukaan informasi,” tegasnya.


    Selain itu, LIRA Kalbar juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional tempat hiburan malam yang menjadi lokasi pengamanan tersebut, termasuk meninjau aspek pengawasan dan perizinannya.


    Kasus ini hingga kini masih menjadi perhatian publik, sementara masyarakat menunggu penjelasan resmi yang lebih lengkap dari aparat penegak hukum terkait status dan kelanjutan penanganan terhadap 14 orang yang diamankan dalam operasi tersebut.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : LIRA Kalbar | Penulis : Edi Samat

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar