TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Selasa, 07 April 2026
Sejumlah pelanggan layanan internet Telkom Indonesia melalui produk IndiHome di Kalimantan Barat mengeluhkan buruknya kualitas pelayanan, terutama dalam penanganan gangguan jaringan.
Keluhan ini mencuat setelah beberapa pelanggan mengaku harus menunggu lama sejak laporan gangguan disampaikan, namun tidak kunjung mendapatkan penanganan yang cepat dan memadai. Bahkan, dalam beberapa kasus, layanan internet disebut tidak berfungsi hingga hampir satu bulan, sementara tagihan tetap berjalan seperti biasa tanpa adanya keringanan.
Salah satu pelanggan di kawasan Jalan Paret Makmur, Gang Setuju, Pontianak, menyampaikan bahwa jaringan WiFi miliknya mati total dan tetap dikenakan biaya penuh. Kondisi ini dinilai sangat merugikan, terlebih di tengah kebutuhan internet yang semakin vital untuk aktivitas sehari-hari.
“Sudah dilaporkan, tapi responnya lambat. Sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu belum juga diperbaiki. Tapi bayaran tetap harus penuh,” keluh pelanggan tersebut.
Menanggapi hal ini, Edi Samat dari FBN-RI Kalbar angkat bicara. Ia menilai pelayanan yang tidak sebanding dengan kewajiban pembayaran merupakan bentuk ketidakadilan bagi konsumen.
“Pihak terkait harus lebih serius memperhatikan keluhan pelanggan. Jangan hanya menuntut pembayaran sesuai sistem, tetapi pelayanan diabaikan. Ini menyangkut hak masyarakat sebagai konsumen,” tegasnya.
Edi juga mendesak agar ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan gangguan IndiHome, khususnya di daerah, agar pelanggan tidak terus dirugikan.
Menurutnya, perusahaan penyedia layanan harus mengedepankan respons cepat dan solusi nyata setiap kali terjadi gangguan, bukan justru membiarkan pelanggan menunggu tanpa kepastian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak IndiHome terkait keluhan tersebut.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : FBN Kota | Penulis : Ical

