TerasIndonesiaNews.com – Sukabumi, Jawa Barat | Kamis, 30 April 2026
Polemik pembangunan Gedung MUI di Cikembang kian memanas. Sekjen Masyarakat Anti Korupsi (MAK), Fachruddin A.P., menilai desakan mundur terhadap AAP dari BAZNAS bukan sekadar kritik publik, melainkan diduga sarat kepentingan politik dan adanya “bohir” yang ingin mengambil posisi strategis.
Menurutnya, isu tersebut sengaja digiring untuk mengalihkan perhatian dari persoalan utama, yakni dugaan penyimpangan sisa dana hibah. MAK kini fokus menelusuri aliran anggaran yang diduga tidak sesuai peruntukan dan tengah menyiapkan laporan resmi.
Terkait proyek, Fachruddin menegaskan pembangunan belum mangkrak. Secara administratif masih berjalan sejak penandatanganan SPTJM akhir 2025, kewajiban ke subkontraktor lokal disebut telah diselesaikan, dan progres fisik masih berlangsung.
Ia juga menyoroti indikasi friksi internal di tubuh MUI yang berpotensi mengganggu fungsi kelembagaan. Pemerintah daerah diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan dan tetap berpegang pada data.
MAK menekankan pentingnya transparansi dan peran aparat penegak hukum untuk memastikan akuntabilitas dana hibah. Publik, kata dia, membutuhkan kejelasan, bukan sekadar dinamika politik atau pergantian jabatan.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Bang Joss | Penulis : Deta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar