Bantuan beras untuk warga kurang mampu di Siantan Hilir, Kota Pontianak, menuai polemik. Di saat masyarakat membutuhkan, stok beras justru dilaporkan masih menumpuk di kantor lurah dan belum disalurkan.
Sejumlah warga mengaku kecewa setelah upaya mereka mengambil bantuan berujung penolakan. Pihak kelurahan disebut berdalih pembagian belum bisa dilakukan karena masih menunggu rapat internal.
“Berasnya ada, tapi kami disuruh pulang. Katanya masih tunggu rapat,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.
Kondisi ini memicu pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, bantuan sosial yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan dasar justru terhambat alasan administratif. Di tengah tekanan ekonomi, keterlambatan distribusi dinilai sangat memberatkan warga kecil.
Ketua Harian FBN-RI Kota Pontianak, Edi Samat, menilai lambannya penyaluran ini tidak masuk akal. Ia mendesak agar pihak kelurahan segera bertindak dan tidak berlindung di balik prosedur.
“Kalau beras sudah tersedia, tidak ada alasan untuk menahan hak masyarakat. Ini kebutuhan pokok, bukan hal yang bisa ditunda,” tegasnya.
Warga kini berharap ada langkah cepat dan transparan dari pihak kelurahan agar bantuan segera dibagikan. Mereka menuntut kepastian, bukan janji rapat yang terus berulang.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait jadwal distribusi. Sementara itu, keresahan warga terus meningkat menunggu hak mereka yang belum juga diterima.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : FBN Kota | Penulis : Ical



Tidak ada komentar:
Posting Komentar