TerasIndonesiaNews.com - Jakarta | Sabtu, 18 April 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dinas terkait melakukan aksi serentak penyisiran kali dan sungai di wilayah Jakarta guna menangkap serta membersihkan populasi ikan sapu-sapu. Langkah ini diambil sebagai upaya pengendalian spesies invasif yang dinilai dapat merusak keseimbangan ekosistem perairan.
Ikan sapu-sapu yang berasal dari Amerika Selatan dikenal memiliki daya tahan tinggi dan kemampuan berkembang biak yang cepat, sehingga berpotensi mengancam habitat ikan lokal. Oleh karena itu, hasil penangkapan ikan tersebut akan dimusnahkan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Di sisi lain, ditemukan adanya praktik di masyarakat yang memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai bahan konsumsi, seperti diolah menjadi makanan olahan seperti siomay. Faktor harga yang murah dan ketersediaan yang melimpah menjadi alasan utama.
Namun demikian, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu berpotensi mengandung logam berat berbahaya seperti merkuri, kadmium, dan timbal. Konsumsi ikan ini dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti pusing, mual, muntah, hingga kerusakan organ tubuh.
Dalam kegiatan penertiban tersebut, total hasil penangkapan ikan sapu-sapu diperkirakan mencapai 6,9 ton. Seluruh hasil tangkapan akan diproses dengan cara dipotong dan dikubur sesuai prosedur pengelolaan limbah.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu serta turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan perairan.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Masyarakat | Penulis : Muchlasin

