• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Tenggelam di Kapuas, Pemilik KM Juwita Tempuh Jalur Hukum dan Siap “Ketuk Pintu Istana”

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-03-31T14:18:29Z

    TerasIndomesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Selasa, 31 Maret 2026

    Kasus tenggelamnya KM Juwita di perairan Sungai Kapuas, Rasau Jaya, akhirnya memasuki babak baru. Setelah menunggu tanpa kejelasan, pemilik kapal bersama nahkoda resmi melaporkan insiden tersebut ke Kantor KSOP Pontianak pada Senin (31/03/2026).


    Keduanya langsung diterima dan dimintai keterangan oleh penyidik guna mengungkap penyebab tenggelamnya kapal yang mengangkut puluhan ribu ton kelapa sawit milik masyarakat. Proses ini menjadi langkah awal untuk membuka fakta di balik insiden yang dinilai merugikan banyak pihak.


    Peristiwa tenggelamnya KM Juwita terjadi pada 5 Januari 2026 sekitar pukul 06.45 WIB. Kapal tersebut diduga kehilangan keseimbangan setelah dihantam gelombang besar di alur Sungai Kapuas. Gelombang itu disebut berasal dari speedboat yang melaju dengan kecepatan tinggi dan melintas sangat dekat dari kapal.


    Pemilik kapal menyampaikan bahwa pihaknya telah lama menunggu tanggung jawab dari pihak terkait, namun hingga kini belum ada itikad baik yang ditunjukkan. Karena itu, jalur hukum dipilih sebagai upaya mencari kejelasan dan keadilan.


    “Kami sudah memberikan keterangan kepada penyidik dan berharap proses ini berjalan transparan. Kami percaya pihak berwenang akan bekerja profesional,” ungkapnya usai pemeriksaan.


    Tak hanya berhenti di tingkat lokal, langkah lebih jauh juga tengah disiapkan. Pemilik kapal berencana mengirim surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk upaya terakhir untuk mendapatkan perhatian atas kasus yang dialaminya.


    Ia mengaku langkah tersebut diambil karena merasa sebagai masyarakat kecil yang membutuhkan keadilan di tengah sistem yang ada. Harapannya, persoalan ini tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi juga menghasilkan keputusan yang adil dan tegas.


    Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan pelayaran di jalur sungai yang padat aktivitas. Selain itu, kejadian tersebut juga berdampak pada kerugian ekonomi masyarakat yang bergantung pada distribusi hasil komoditas.


    Kini, semua mata tertuju pada proses penyelidikan yang tengah berjalan. Publik menanti apakah kasus ini akan benar-benar diusut tuntas, atau kembali menjadi cerita panjang tanpa penyelesaian yang jelas.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : Totas

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini