TerasIndonesiaNews.com – Pontianak, Kalimantan Barat | Rabu, 18 Maret 2026
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 71 Pontianak menuai sorotan keras dari orang tua siswa. Sejumlah wali murid mengaku menemukan makanan tidak layak konsumsi, mulai dari buah busuk, sayur berlendir, hingga kue berjamur.
Keluhan ini bukan terjadi sekali, melainkan berulang selama program berjalan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat program MBG seharusnya menjamin asupan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.
Dalam pertemuan yang difasilitasi pihak sekolah, wali murid juga mempertanyakan sikap pengelola yang dinilai tidak transparan dan tidak memberikan penjelasan langsung. Program ini diketahui dikelola oleh pihak yang menangani sejumlah dapur MBG di wilayah Pontianak.
Menanggapi hal ini, LIRA Kalimantan Barat (LIRA Kalbar) menyampaikan kritik tegas. Mereka menilai pengelolaan program yang menyangkut anak-anak tidak boleh dijadikan ajang mencari keuntungan semata.
“Jangan hanya berpikir untung. Ini menyangkut anak-anak, masa depan bangsa, dan menggunakan uang negara yang tidak sedikit,” tegas perwakilan LIRA Kalbar.
LIRA Kalbar juga meminta pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan MBG. Jika ditemukan pelanggaran standar, mereka mendesak agar pengelola yang tidak profesional segera dihentikan.
“Kalau tidak sesuai standar dan hanya mengejar keuntungan, lebih baik dihentikan saja. Jangan korbankan kesehatan anak-anak,” lanjutnya.
Para orang tua siswa pun berharap program ini diperbaiki secara serius, mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi. Mereka menegaskan bahwa standar keamanan pangan dan gizi tidak boleh diabaikan.
Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola masih terus dilakukan.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Lira Kalbar | Penulis : Ical

