TerasIndonesiaNews.com – Jakarta | Senin, 30 Maret 2026
Sejumlah keluarga pasien mengeluhkan kondisi pelayanan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang dinilai belum memadai, khususnya terkait ketersediaan ruang rawat inap.
Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat pasien yang telah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak pukul 01.00 WIB dini hari hingga pukul 21.00 WIB, atau lebih dari 20 jam, tanpa mendapatkan kamar perawatan. Pasien tersebut diketahui direncanakan masuk ke ruang rawat inap kelas 1, namun hingga saat ini belum tersedia kamar kosong.
Keluarga pasien berharap pihak rumah sakit dapat segera mengambil langkah cepat apabila terdapat ruang kosong, agar pasien tidak terlalu lama tertahan di IGD. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pasien, mengingat keterbatasan fasilitas dan kepadatan di ruang IGD.
Muncul pula pertanyaan dari masyarakat terkait penyebab keterlambatan penanganan tersebut, apakah semata-mata karena keterbatasan kamar yang penuh, atau ada faktor lain seperti status kepesertaan BPJS Kesehatan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait hal tersebut.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSCM diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat, termasuk dengan memastikan ketersediaan fasilitas ruang inap yang memadai. Penumpukan pasien di IGD dinilai menjadi indikator perlunya evaluasi dan peningkatan kapasitas layanan kesehatan.
Masyarakat juga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya Gubernur DKI Jakarta serta instansi terkait, untuk turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Evaluasi menyeluruh dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Ini bukan sekadar persoalan fasilitas, tetapi menyangkut keselamatan dan nyawa pasien,” ujar salah satu keluarga pasien.
Dari pantauan di lapangan, kondisi IGD disebut mengalami kepadatan tinggi, bahkan dilaporkan adanya pasien yang harus menunggu di luar ruangan akibat keterbatasan kapasitas.
Dengan banyaknya keluhan serupa dari masyarakat, diharapkan langkah cepat dan konkret segera diambil oleh pihak terkait untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di rumah sakit rujukan utama seperti RSCM.
Editor : Tim Redaksi | Liputan : Sanjaya

