TerasIndonesiaNews.com - Kapuas Hulu, , 09 Februari 2026
KAPUAS HULU – Peristiwa longsor terjadi di area tambang rakyat yang berada di Kampung Hilir, Desa Bugang, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Minggu (8/3/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan tujuh warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material tanah dan batu saat melakukan aktivitas penambangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban merupakan warga setempat yang sehari-hari bekerja di lokasi tambang rakyat tersebut. Saat aktivitas penambangan berlangsung, tiba-tiba terjadi longsor yang menimbun para pekerja di area tambang.
Peristiwa ini kembali membuka persoalan serius terkait keselamatan kerja dalam aktivitas tambang rakyat. Selain menelan korban jiwa, kegiatan penambangan yang tidak tertata dengan baik juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup besar.
Di tengah duka yang terjadi, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai siapa yang harus bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Sebab, ketika nyawa manusia melayang dan lingkungan mengalami kerusakan, maka persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa.
Ketua BAIN HAM Kalimantan Barat, SYAFRIUDIN, menilai bahwa persoalan seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dan semua pihak terkait. Menurutnya, negara tidak boleh abai terhadap aktivitas tambang rakyat yang berlangsung di berbagai daerah.
“Permasalahan seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius. Negara harus hadir dalam bentuk pengawasan dan pembinaan terhadap aktivitas tambang rakyat. Jangan dibiarkan begitu saja, apalagi sampai diabaikan, karena ini menyangkut keselamatan nyawa manusia serta dampak kerusakan lingkungan,” ujar Syafriudin.
Ia juga menyoroti bahwa dalam banyak kasus tambang rakyat, sering kali terdapat pihak-pihak tertentu atau cukong yang hanya mengambil keuntungan dari aktivitas tersebut, sementara para pekerja di lapangan menanggung risiko besar terhadap keselamatan mereka.
Karena itu, ia berharap pemerintah bersama aparat terkait dapat melakukan penataan serta pembinaan terhadap aktivitas tambang rakyat agar berjalan lebih aman, tertib, serta tidak menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.
“Tambang rakyat harus dibina dan diawasi dengan baik. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban sementara ada pihak yang hanya memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan,” tegasnya.
Peristiwa ini diharapkan menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa pengelolaan sumber daya alam harus tetap memperhatikan aspek keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : BAIN HAM Kalbar|Penulis : Totas

