TerasIndonesiaNews.com - Pontianak, 07 Februari 2026
PONTIANAK – Kebijakan Pemerintah Kota Pontianak terkait pemberian izin penggunaan petasan dan kembang api pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh mendatang menuai kritik. Ismed Syah, selaku Ketua satria Bela Negara (SBN) Kalimantan Barat sekaligus Koordinator Wilayah Kalimantan dan NTB, menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi ketimpangan kebijakan di tengah masyarakat.
Poin-Poin Kritik Utama
Ismed Syah menyoroti beberapa poin penting yang dianggap dapat memicu keresahan sosial di Kota Pontianak:
Dugaan Standar Ganda: Ia mempertanyakan mengapa pada hari besar keagamaan sebelumnya, seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru, masyarakat dilarang menyalakan petasan dan kembang api, namun kali ini diberikan pengecualian.
Sentimen Diskriminasi: Muncul anggapan di sebagian masyarakat bahwa kebijakan ini merupakan bentuk "pilih kasih" atau apresiasi berlebih kepada komunitas tertentu yang dianggap memiliki kontribusi ekonomi besar terhadap kepemimpinan daerah.
Risiko Konflik SARA: Ismed menekankan bahwa perbedaan perlakuan hukum (kebijakan) dalam masyarakat yang heterogen dapat menjadi celah bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan dan menimbulkan gejolak SARA.
Kondisi Sosial Ekonomi Menjadi Perhatian
Dalam pernyataannya, Ismed juga menyinggung faktor kesenjangan ekonomi. Menurutnya, kondisi masyarakat saat ini sangat rentan jika merasa ada kelompok yang diprioritaskan karena dominasi ekonomi dan perdagangan.
"Jangan sampai ada perbedaan perlakuan dan kebijakan yang justru bisa memecah belah kesatuan dan menimbulkan gejolak SARA di masyarakat Kota Pontianak yang sudah kondusif," tulis Ismed dalam pesannya.
Lokasi Perayaan Terpusat
Meskipun diketahui bahwa perayaan tersebut akan dilokalisir di wilayah tertentu—seperti kawasan Gajahmada, Diponegoro, Agus Salim, dan sekitarnya—pihak SBN Kalbar tetap meminta pemerintah kota untuk lebih bijak dalam menetapkan aturan demi menjaga perasaan seluruh lapisan masyarakat dan mempertahankan kerukunan yang sudah terjalin.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : SBN|Penulis : Totas

