TerasIndonesiaNews.com — KETAPANG, 22 November 2025
Upaya menghidupkan kembali Pasar Lama di Jalan Merdeka memasuki fase baru dengan munculnya dukungan luas dari masyarakat serta dorongan agar revitalisasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Kawasan yang pernah menjadi pusat keramaian itu dinilai memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai poros ekonomi kreatif dan kuliner yang mampu mengangkat UMKM lokal.
Revitalisasi dirancang bukan sekadar memperbaiki tampilan fisik, tetapi membangun kawasan yang tertata dan berfungsi optimal. Penataan infrastruktur — mulai dari jalur pedestrian, penerangan, drainase, fasilitas umum hingga area parkir teratur — dinilai penting untuk memastikan kenyamanan pengunjung dan menghindari kemacetan di Jalan Merdeka.
Selain infrastruktur, penguatan kapasitas pelaku UMKM menjadi prioritas. Pendataan pedagang, penataan zona kuliner, serta program pelatihan bersama komunitas kreatif, pelaku industri kuliner, dan lembaga ekonomi disiapkan untuk memastikan para pelaku usaha lokal mampu bersaing dan menghadirkan kuliner khas Ketapang yang berkualitas.
Dorongan untuk memperluas keterlibatan sektor usaha lokal juga semakin menguat. Kolaborasi dengan pengusaha lokal dalam penyediaan fasilitas, pengelolaan kawasan, hingga skema pembiayaan bersama — termasuk peluang CSR dan sponsorship — diharapkan menjadi fondasi bagi pengelolaan Pasar Lama yang modern dan berkelanjutan.
Tokoh masyarakat Ketapang, Uti Royden Top, menilai langkah ini sebagai momentum penting untuk mengembalikan nilai ekonomi dan budaya Jalan Merdeka.
“Kami ingin Pasar Lama dibangun melalui sinergi dengan para pengusaha lokal, agar manfaatnya benar-benar kembali ke masyarakat. Ini bukan hanya soal kuliner, tapi soal menjaga ciri khas dan kehidupan Jalan Merdeka yang sejak dulu menjadi denyut kota,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa identitas lokal harus menjadi kekuatan utama dalam revitalisasi tersebut.
“Harapan kami sederhana: Jalan Merdeka kembali hidup, dan Pasar Lama menjadi ruang yang membanggakan bagi warga Ketapang,” tambahnya.
Aspek kebersihan, keamanan, dan higienitas kuliner juga menjadi sorotan. Pengelolaan sampah terpadu, standar keamanan pangan, serta sistem keamanan kawasan dinilai wajib diterapkan untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan reputasi Pasar Lama sebagai pusat kuliner yang layak dikunjungi.
Revitalisasi ini sekaligus diarahkan untuk membentuk citra baru kawasan wisata kuliner. Identitas visual Pasar Lama, zona kuliner tematik, serta event rutin seperti festival kuliner, bazar UMKM, dan pertunjukan budaya diharapkan menjadi magnet baru bagi warga maupun wisatawan.
Partisipasi masyarakat menjadi elemen yang tidak bisa dipisahkan. Pembentukan forum warga dan pedagang, sistem pengaduan cepat, serta pelibatan komunitas lokal dalam promosi dan pengawasan sosial akan menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan kawasan berjalan konsisten dan transparan.
Dengan tahapan revitalisasi yang tersusun — mulai dari langkah penataan awal, renovasi struktural jangka menengah, hingga penguatan branding jangka panjang — Pasar Lama berpeluang menjadi ikon kuliner baru yang mempercantik wajah kota sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi Jalan Merdeka.
Jika sinergi multi-sektor berjalan sebagaimana harapan masyarakat, Pasar Lama bukan hanya kembali hidup, tetapi menjadi simbol kemajuan dan karakter khas Kota Ketapang yang semakin kuat.
Editor: Tim Teras Indonesia News | Sumber: UTI ROYDEN TOP, S.M, Ketua DPD KNPI Ketapang | Penulis: Suhelmi

