Penutupan program periode 2024–2026 tersebut menjadi momentum untuk memaparkan capaian, pembelajaran, serta rekomendasi program, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong keberlanjutan pengelolaan kawasan gambut berbasis masyarakat di Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Repalianto menyampaikan bahwa program ComPeat merupakan salah satu inisiatif penting dalam mendukung pengelolaan dan restorasi kawasan gambut. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, hingga masyarakat setempat.
Menurutnya, berakhirnya pelaksanaan program pada 2026 tidak berarti kerja sama yang telah terbangun turut berakhir. Sebaliknya, berbagai capaian dan rekomendasi yang dihasilkan perlu ditindaklanjuti agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Ia berharap kegiatan penutupan tersebut dapat menjadi ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyempurnakan hasil program serta mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Repalianto juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dengan demikian, upaya pengelolaan kawasan gambut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan melindungi kepentingan generasi mendatang.
Keberlanjutan program dan tindak lanjut rekomendasi menjadi hal penting agar upaya pengelolaan gambut berbasis masyarakat dapat terus berjalan serta memberikan dampak positif bagi Kabupaten Ketapang.
Editor : Tim Redaksi | Narasumber | Sekda Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si. | Penulis : Suhelmi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar