TerasIndonesiaNews.com – Ketapang, Kalimantan Barat | Rabu, 21 Oktober 2026
Pemeriksaan keuangan daerah Kabupaten Ketapang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalbar justru meresahkan masyarakat.
Alih-alih disambut tenang, imbauan Bupati Ketapang Alexander Wilyo pada Rabu (7/10/2026) yang meminta jajarannya untuk "tetap tenang dan kooperatif" saat diaudit, malah memicu gejolak dan kecurigaan publik di media sosial.
Warga menilai ada yang tidak beres dengan pengelolaan keuangan daerah, sehingga pemeriksaan BPK RI ini dianggap sebagai momen untuk membongkar semuanya.
Komentar pedas netizen pun viral dan menjadi representasi keresahan masyarakat Ketapang:
Periksa pejabat yang lama di posisi yang sama. Jangan hanya karena dikasih amplang dan amplop tebal, laporan BPK RI menciut," tulis netizen.
Istilah "amplang dan amplop tebal" kini menjadi simbol keresahan. Masyarakat takut oleh-oleh khas Ketapang dan amplop berisi uang dijadikan alat untuk melunakkan hasil audit.
Netizen mendesak BPK RI untuk tidak tebang pilih. Periksa secara mendalam pejabat-pejabat yang sudah terlalu lama duduk di jabatan yang sama dan diduga menjadi sumber masalah keuangan daerah.
Kini publik menunggu, apakah audit BPK kali ini akan benar-benar transparan dan obyektif, atau kembali menghasilkan laporan yang meresahkan karena tidak sesuai dengan realita bobrok di lapangan.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : Suhelmi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar