TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Jum'at, 25 September 2026
Pemerintah Kabupaten Ketapang memperkuat koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Hal tersebut dibahas saat Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si. menerima langsung Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB di ruang kerja Bupati Ketapang, Rabu (23/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, BNPB mendorong Pemkab Ketapang segera melakukan pendataan kebutuhan secara menyeluruh agar dukungan penanganan bencana dapat diberikan secara tepat sasaran.
Sebagai bentuk dukungan, BNPB menyiapkan satu unit pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC/TMC) di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Ketapang. Selain itu, BNPB juga menyiapkan satu unit mobil Reverse Osmosis (RO) guna membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut baik dukungan tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemkab Ketapang melalui jajaran BPBD dan perangkat daerah terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan bencana secara terpadu.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BNPB sangat diperlukan, terutama dalam menghadapi kondisi karhutla, asap dan kekeringan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Alexander juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran.
“Mari kita buka lahan dengan cara yang tidak membakar, menggunakan air secara bijak, serta menjaga sumber-sumber air yang masih tersisa,” pesannya.
Pemkab Ketapang berharap dukungan BNPB dapat memperkuat langkah mitigasi dan penanganan di lapangan, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara tepat.
Koordinasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadapi ancaman karhutla, mengurangi dampak asap, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Prokopim | Penulis : Suhelmi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar