TerasIndonesiaNews.com — Sukabumi, Jawa Barat | Senin, 28 September 2026
Berangkat ke luar negeri untuk mencari penghidupan yang lebih baik pada 2005 justru menjadi awal dari masa-masa paling kelam dalam hidup Jejen Nurjanah. Minimnya informasi mengenai prosedur resmi membuat warga Sukabumi ini terjerat jalur nonprosedural di Uni Emirat Arab, wawancara khusus bersama Ketua DPC SBMI Sukabumi Raya, Jejen Nurjanah, hari Minggu, tanggal (28/09/2026) dikantornya Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Di sana, ia merasakan langsung getirnya hidup terisolasi, dikurung, mengalami kelaparan, hingga terputus akses komunikasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Beruntung, Jejen berhasil pulang ke Tanah Air berkat bantuan keluarga dan organisasi jaringan. Pahitnya pengalaman tersebut memantik panggilan jiwa dalam dirinya untuk berkhidmat membentengi sesama pekerja migran.
Sekembalinya ke Indonesia, Jejen memilih terjun ke garis depan. Bergabung bersama Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), ia mengabdikan hidupnya untuk mengadvokasi pekerja migran bermasalah dan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Selama mengemban amanah sebagai Ketua DPC SBMI Sukabumi Raya, Jejen telah memfasilitasi kepulangan sekitar 700 korban TPPO. Berbagai modus eksploitasi, mulai dari iming-iming gaji tinggi hingga jebakan agen ilegal, berhasil ia bongkar.
Prinsip utamanya sangat tegas: pendampingan korban tidak boleh memungut biaya sepeser pun dari keluarga. Kendati SBMI menghadapi keterbatasan anggaran operasional, Jejen tak gentar bergerak dengan mengandalkan jaringan solidaritas dan kepedulian publik.
Ketulusan Jejen mengulurkan tangan bagi para korban TPPO membuahkan deretan apresiasi bergengsi dari pemerintah, akademisi, hingga media massa:
- Aktivis Peduli Perempuan dan Anak (2008): Piagam penghargaan dari Bupati Sukabumi (No. 002/Kep. 297 - KBBP/2008) atas dedikasinya pada isu perempuan dan anak.
- SUKABUMI HEROES 2021 (Oktober 2021): Trofi penganugerahan dari SukabumiUpdate.com dalam rangka HUT ke-5 sebagai bentuk pengakuan atas aksi kemanusiaannya.
- Relawan Peduli Pekerja Migran Indonesia (2022): Piagam dari Bupati Sukabumi Drs. H. Marwan Hamami, MM (No. KP.12.07/Kep.675-TAPEM/2022).
- Narasumber Edukasi Publik IPB (2023): Penghargaan dari KHIMAR IPB dalam forum MY SPEAK bertema ketahanan keluarga dan pekerja migran.
- Sukabumi Award 2024: Anugerah dari Radar Sukabumi yang menyematkan gelar "Pahlawan Buruh Migran dari Sukabumi".
Melihat masih maraknya penipuan tenaga kerja, Jejen mengimbau seluruh calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya agar tidak mudah tergiur bujuk rayu agen atau sponsor ilegal:
- Tolak Iming-Iming Uang Saku: Jangan pernah tergiur proses cepat atau uang saku besar di awal yang ditawarkan oleh calo/sponsor tidak resmi.
- Wajib Prosedural dan Legal: Selalu pastikan status keberangkatan terdaftar secara legal sesuai ketentuan undang-undang perlindungan PMI.
- Koordinasi Berjenjang: Konsultasikan niat bekerja ke luar negeri secara resmi melalui rantai birokrasi terdekat, mulai dari RT/RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans), hingga Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI/BP3MI).
Untuk menciptakan benteng perlindungan yang solid di Sukabumi Raya, Jejen menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat. Ia mendorong Bupati, Walikota, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinaskertrans, serta P4MI untuk selalu mendukung keberadaan SBMI sebagai mitra strategis di lapangan.
Lembaga sosial seperti SBMI bekerja bahu-membahu dari tingkat akar rumput hingga ranah internasional. Jaringan SBMI saat ini terstruktur rapat mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di tingkat provinsi, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten/kota, hingga jaringan perwakilan di negara-negara penempatan utama seperti Malaysia, Arab Saudi, Taiwan, Hong Kong, dan Timur Tengah.
Dengan kolaborasi terpadu antara jejaring SBMI dan instansi pemerintah, penanganan kasus dari hulu ke hilir, sejak pencegahan di desa hingga pemulangan dari luar negeri, dapat berjalan cepat dan tepat sasaran demi melindungi segenap warga Sukabumi.
Editor : Tim Redaksi | Narasumber : Ibu Jejen Nurjanah | Penulis : Deta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar