• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Menghitung Hari Menuju Lebaran 1447 H, Teddi Setiadi Tegaskan: Mudik Aman, Rumah Nyaman, Ibadah Maksimal

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-03-19T07:28:52Z

    TerasIndonesiaNews.com – Sukabumi, Jawa Barat | Kamis, 19 Maret 2026

    Aroma kemenangan mulai terasa. Gema takbir seakan sudah menggema di hati, menandai bahwa bulan suci Ramadan berada di penghujungnya. Hitungan hari menuju Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kian dekat. Di tengah euforia tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Teddi Setiadi, menyampaikan pesan yang bukan hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga tegas dalam hal keselamatan dan kewaspadaan.


    Dalam wawancara yang berlangsung pada Kamis (19/03/2026), Teddi hadir dengan pesan yang sederhana namun kuat: rayakan kemenangan, tapi jangan lengah.


    Bagi Teddi Setiadi, Idul Fitri bukan hanya soal baju baru, hidangan khas, atau tradisi tahunan. Lebaran adalah momentum sakral—titik puncak dari perjuangan melawan hawa nafsu selama sebulan penuh.


    Dengan nada penuh ketegasan namun hangat, ia mengingatkan bahwa nilai Ramadan tidak boleh berhenti di hari terakhir puasa.


    “Minal A’idin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jaga kualitas ibadah sampai akhir. Jangan hanya kuat di awal, tapi lemah di penutup. Justru di garis finis ini, kita harus maksimal,” tegasnya.


    Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Lebaran sebagai titik balik memperkuat silaturahmi dan menjaga kerukunan. Menurutnya, Sukabumi yang rukun adalah pondasi utama pembangunan yang kuat.


    Mudik Aman Itu Wajib, Bukan Pilihan

    Menjelang arus mudik yang semakin padat, Teddi tidak ingin masyarakat hanya fokus pada tujuan, tapi lupa pada perjalanan.


    Ia menyoroti satu hal penting yang sering diabaikan: keselamatan lebih utama daripada kecepatan.


    “Jangan kejar waktu sampai mengorbankan keselamatan. Lebih baik terlambat asal selamat, daripada cepat tapi berisiko,” ujarnya tegas.


    Pesannya jelas Mudik itu bukan lomba, tapi perjalanan pulang dengan penuh makna.


    Selain perjalanan, Teddi juga memberi perhatian serius pada keamanan rumah yang ditinggalkan. Ia mengingatkan bahwa kelalaian kecil bisa berujung kerugian besar.


    Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan “double check” sebelum berangkat:

    • Matikan dan cabut semua peralatan listrik
    • Lepaskan regulator gas
    • Pastikan pintu dan jendela terkunci rapat (gunakan kunci ganda bila perlu)
    • Titipkan rumah kepada tetangga atau lapor RT/RW setempat

    Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tapi juga bagian dari kepedulian sosial.


    Lebih jauh, Teddi melihat Idul Fitri sebagai momentum besar untuk membangun energi positif di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan kebahagiaan saat Lebaran harus terus dijaga, tidak hanya musiman.


    “Kalau masyarakat kompak dan rukun, pembangunan akan jauh lebih mudah. Tidak ada sekat, tidak ada konflik, yang ada hanya kolaborasi,” ungkapnya.


    Ia juga optimis bahwa perputaran ekonomi selama Lebaran akan berdampak positif bagi masyarakat, asalkan didukung dengan rasa aman dan nyaman.


    Menutup pesannya, Teddi Setiadi menyampaikan doa tulus untuk seluruh masyarakat Sukabumi. Ia berharap setiap perjalanan mudik berjalan lancar, penuh perlindungan, dan membawa kebahagiaan.


    Tak lupa, ia juga memberikan apresiasi kepada para petugas—TNI, Polri, Dishub, dan relawan—yang tetap siaga demi kelancaran arus mudik.


    “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Semoga kita semua diberi kesehatan, keberkahan, dan tetap menjaga ukhuwah dalam kehidupan bermasyarakat. Nikmati momen bersama keluarga, tapi tetap utamakan keselamatan,” pungkasnya.


    Dengan pesan yang lugas dan penuh makna dari Teddi Setiadi, masyarakat diharapkan tidak hanya merayakan Lebaran dengan suka cita, tetapi juga dengan kesadaran penuh akan pentingnya keselamatan, kewaspadaan, dan kebersamaan.


    Karena sejatinya, kemenangan itu bukan hanya sampai di hari raya—tetapi bagaimana kita menjaganya setelahnya.


    Editor : Tim Redaksi | Sumber : Teddy | Penulis Dede

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini