TerasIndonesiaNews.com - Mempawah | Kalbar, 25 Februari 2026
Mempawah, Kalimantan Barat - Massa Aksi yang diprakarsai oleh Aliansi Mahasiswa, Pemuda, Masyarakat Mempawah Bersatu, sangat menyesalkan tindakan Bupati Mempawah yang tetap melanjutkan rencana renovasi rumah dinas bupati dengan biaya 15 miliar, meskipun telah menandatangani kesepakatan bersama massa aksi untuk membatalkan rencana tersebut.
"Kami heran Bupati Mempawah masih tetap ngotot melanjutkan rencana renovasi rumah dinas itu, padahal sudah menandatangani kesepakatan bersama massa aksi," ujar Muslim, Koordinator Aksi, dengan nada kekecewaan.
Ketua Lidik Krimsus RI DPP Kalimantan Barat, H. Badrun Tamam. Aq, juga menyoroti tindakan Bupati Mempawah dengan penyesalan serupa. Ia berjanji akan mendampingi para mahasiswa, pemuda dan aliansi masyarakat Mempawah bersatu untuk terus mengawal kasus ini.
"Kita akan menyurati Pemkab untuk melakukan audiensi mempertanyakan kebenaran ini, apakah benar renovasi rumah dinas ini terus dilanjutkan apa tidak? Jika memang tetap dilanjutkan, berarti Bupati benar-benar tidak mendengarkan suara rakyatnya," tegas H. Badrun.
Masyarakat Mempawah berharap agar pemerintah dapat mendengarkan aspirasi mereka dan memprioritaskan kebutuhan masyarakat daripada kepentingan pribadi. "Harapan kedepan, masyarakat tetap aktif menjadi kontrol pemerintah dalam pengawasan pembangunan yang sejatinya bertujuan untuk kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat bukan kenyamanan pribadi," harap H.Badrun.
Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : Ketua DPP LIDIKKRIMSUS RI Kalbar| Penulis : Edi Samat

