• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Analisis Ksatria Bela Negara: Langkah "Genteng" Prabowo, Strategi Halus Lumpuhkan Dominasi Kartel Ekonomi

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-02-10T06:37:36Z


    TerasIndonesiaNews.com - Kalbar, 10 Februari 2026




    ​PONTIANAK – Kepiawaian Presiden Prabowo Subianto dalam membaca papan catur politik dan ekonomi nasional kembali menjadi sorotan. Mantan Danjen Kopassus tersebut dinilai tengah menjalankan strategi "senyap tapi mematikan" untuk mengurai cengkeraman kelompok ekonomi kuat yang sering dijuluki sebagai para 'Naga'.


    ​Ketua Ksatria Bela Negara Kalimantan Barat, Totas, memberikan analisis mendalam mengenai manuver terbaru sang Jendral. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil Prabowo saat ini, meski terlihat sederhana di permukaan, memiliki dampak sistemik yang luar biasa.


    ​Filosofi Genteng: Melawan Hegemoni dari Atap Rumah

    ​Salah satu poin menarik yang disoroti Totas adalah anjuran penggunaan genteng sebagai atap rumah rakyat, menggantikan material modern yang selama ini didominasi oleh industri besar. Bagi Totas, ini bukan sekadar urusan estetika atau konstruksi, melainkan langkah proteksi ekonomi.


    ​"Ini adalah langkah cerdas. Dengan memasyarakatkan kembali penggunaan genteng, Presiden sebenarnya sedang melakukan penghambatan atau 'pencekalan' terhadap naga-naga yang selama ini menguasai sektor material dan ekonomi negara kita," ujar Totas dalam keterangannya.


    ​Menurut Totas, ketergantungan pada material industri tertentu seringkali hanya memperkaya segelintir konglomerat. Dengan beralih ke sumber daya lokal seperti genteng, aliran uang akan kembali ke rakyat kecil dan pengrajin lokal, sehingga memutus rantai ketergantungan pada kartel besar.


    ​Dari Naga Menjadi Cacing Kremi

    ​Lebih lanjut, Totas menegaskan bahwa efektivitas strategi ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat. Jika rakyat bersatu mendukung kebijakan ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Prabowo, maka kekuatan ekonomi yang selama ini dianggap tak tersentuh akan melemah dengan sendirinya.


    ​"Jika langkah cerdas ini didukung penuh oleh rakyat, maka para 'Naga' yang selama ini rakus menguasai sektor ekonomi kita akan kehilangan taringnya. Mereka tidak akan lagi berdaya, bahkan bisa menjadi seperti cacing kremi di hadapan kekuatan ekonomi rakyat yang mandiri," tegasnya.


    ​Insting Komando di Pemerintahan

    ​Kepiawaian Prabowo dalam membaca scat-scat (skema) politik dinilai sebagai warisan insting prajurit komando yang ia miliki. Totas melihat bahwa Presiden tidak menggunakan cara-cara kasar, melainkan "langkah halus" yang langsung menyasar pada akar permasalahan ekonomi nasional.


    ​Analisis ini mempertegas bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, arah kebijakan negara mulai bergeser pada penguatan kedaulatan domestik dan pengurangan dominasi pihak-pihak yang selama ini dianggap terlalu mendikte pasar Indonesia.


    Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : KBN KALBAR|Penulis : Faisal

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini