• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    Cegah Karhutla, Polsek Sukadana Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Maklumat Kapolda

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-01-29T06:56:28Z


    TerasIndonesiaNews.com  -  Kayong Utara, 29 Januari 2026



    Polres Kayong Utara, Polda Kalbar – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sukadana, Polres Kayong Utara, terus memperketat pengawasan wilayah guna mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah ini diambil menyusul dinamika kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Barat yang memerlukan kewaspadaan dini dari seluruh lapisan masyarakat.


    Pada Kamis (29/01/2026), personel Polsek Sukadana melaksanakan patroli dialogis dan sosialisasi di wilayah hukumnya. Meskipun pantauan satelit menunjukkan Titik Hotspot Nihil, pihak kepolisian tetap menyiagakan personel di lapangan untuk melakukan langkah preemtif dan preventif.


    Dalam giat patroli kali ini, Aipda Sobirin menyasar Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana. Fokus utama kegiatan adalah memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat dan perangkat desa mengenai bahaya laten Karhutla serta dampak kesehatan yang ditimbulkan.


    "Kami meminta pihak desa untuk lebih berperan aktif dalam membantu pencegahan. Perangkat desa adalah ujung tombak dalam memberikan pemahaman kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujar Aipda Sobirin saat memberikan imbauan.


    Selain dialog, petugas juga menyebarkan Maklumat Kapolda Kalimantan Barat tentang larangan membakar hutan dan lahan, yang memuat sanksi pidana tegas bagi para pelanggar.


    Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara pada Kamis (29/01/2026), kondisi cuaca menunjukkan tren yang memerlukan perhatian ekstra terkait potensi kebakaran:


    1. Kondisi Cuaca & Curah Hujan: Wilayah Sukadana diprediksi mengalami cuaca cerah berawan dengan intensitas curah hujan yang sangat rendah (minimal). Kondisi ini menyebabkan vegetasi di area hutan dan lahan gambut menjadi lebih cepat mengering.

    2. Suhu & Kelembapan: Suhu udara berkisar antara 24C hingga 33 C dengan tingkat kelembapan udara yang menurun. Rendahnya kelembapan air tanah di beberapa titik rawan meningkatkan kerentanan lahan terhadap percikan api.

    3. Kecepatan Angin: Angin bertiup dari arah Utara dengan kecepatan mencapai 15-20 km/jam. Kecepatan angin ini diwaspadai karena dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran lahan secara terbuka.

    4. Potensi Bencana: BMKG menempatkan wilayah pesisir Kayong Utara pada status Waspada terhadap kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


    Menanggapi data tersebut, Kapolsek Sukadana menginstruksikan tim patroli untuk tidak hanya terpaku pada sosialisasi, tetapi juga melakukan verifikasi lapangan secara rutin.


    "Giat preventif kami mencakup patroli ke wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Kami memantau area yang sulit dijangkau untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran lahan sekecil apa pun," tegas pihak Polsek Sukadana dalam laporannya.


    Meski pembuatan sekat basah serta pengecekan embung dan kanal dilaporkan masih nihil dalam giat hari ini, pemetaan sumber air tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu diperlukan tindakan pemadaman (groundcheck).


    Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika melihat kepulan asap melalui layanan call center kepolisian atau berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat guna mewujudkan Kayong Utara bebas asap 2026.


    Editor : Tim Teras Indonesia News|Sumber : Humas Polres KKU|Penulis : A. Rani

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +