TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Kamis, 01 Oktober 2026
Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Kabupaten Ketapang masa bakti 2026–2031 mulai menyiapkan program kerja berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam silaturahmi calon pengurus PD-DMI Ketapang di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas, Rabu malam (30/9/2026). Pertemuan dipimpin Ketua PD-DMI Ketapang terpilih, Jamhuri, S.H., yang juga Wakil Bupati Ketapang.
Jamhuri menegaskan, DMI harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh umat.
“Apalah artinya saya masuk di organisasi manakala organisasi yang saya pimpin tak pernah hidup di tengah-tengah umat.”
Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun database masjid se-Kabupaten Ketapang. Data tersebut menjadi pijakan untuk memetakan kondisi masjid, kebutuhan pengurus, hingga persoalan yang dihadapi di setiap wilayah.
Termasuk di dalamnya persoalan legalitas dan status tanah masjid, yang dinilai penting untuk menjamin kepastian hukum dan keberlanjutan pengelolaan masjid.
Jamhuri juga meminta program DMI tidak sekadar menyalin pola daerah lain.
“Program kerja harus disesuaikan dengan kearifan lokal, karena Ketapang tidak sama dengan daerah lain.”
Ia mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah mahdhah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Semoga semangat kebersamaan ini dapat membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” kata Jamhuri.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal konsolidasi PD-DMI Ketapang untuk menyusun program lima tahun yang lebih terukur, berbasis data, dan dekat dengan kebutuhan umat.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : Prokopim | Penulis : Denny Karna



Tidak ada komentar:
Posting Komentar