TerasIndonesiaNews.com — Ketapang, Kalimantan Barat | Jum'at, 16 Oktober 2026
Pembangunan Puskesmas Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan pemasangan besi yang tidak sesuai gambar kerja (bestek).
Ir. Edi, konsultan pengawas CV Artant Kurva Khatulistiwa, menyatakan pihaknya tidak pernah menyetujui penggunaan besi yang tidak sesuai spesifikasi. Ia juga menyebut belum ada adendum perubahan ukuran besi dan menjelaskan bahwa kajian teknis struktur pernah diajukan oleh pelaksana. Untuk struktur yang belum dicor, ia menyatakan telah direkomendasikan pembongkaran.
Namun, saat dimintai kepastian mengenai kesesuaian besi melalui foto lapangan, Edi menyebut diperlukan alat ukur. Ia belum memberikan jawaban tegas atas pertanyaan lanjutan awak media.
Ketua IWOI DPD Kabupaten Ketapang, Mustakim, menilai keterangan tersebut tidak sejalan dengan temuan lapangan. Ia meminta tanggung jawab konsultan pengawas diperiksa, serta menduga adanya ketidakwajaran dalam pengawasan proyek.
Senada, Supriadi dari LSM Tindak Indonesia mendesak Inspektorat memeriksa kinerja konsultan pengawas dan pelaksana proyek, CV Tarivia Mulya Raya. Ia juga meminta material yang terbukti tidak sesuai spesifikasi ditindaklanjuti, termasuk pembongkaran apabila diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.
Hingga ada hasil pemeriksaan resmi, dugaan penyimpangan maupun dugaan persekongkolan tersebut perlu dibuktikan melalui audit teknis dan proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Editor : Tim Redaksi | Sumber : LSM Tindak Indonesia | Penulis : Dedi. S



Tidak ada komentar:
Posting Komentar