TerasIndonesiaNews.com — Batulayang, Kalimantan Barat | Rabu, 19 Agustus 2026
Keributan antarwarga terjadi di Jalan Pelora, Batulayang, tepat di depan lokasi pembangunan Sekolah SR Batulayang, pada malam hari. Perselisihan tersebut diduga dipicu persoalan pembangunan lapangan voli yang melibatkan sejumlah warga setempat.
Ketegangan bermula ketika seorang warga yang dikenal dengan nama Kacong alias Adi diduga menyatakan keberatan terhadap pembangunan fasilitas olahraga tersebut. Situasi kemudian memanas saat terjadi perdebatan dan Kacong disebut menepuk meja dalam interaksi dengan warga.
Untuk meredam situasi, terjadi aksi piting terhadap Kacong. Tidak terima dengan kejadian tersebut, Kacong kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Persoalan semakin memanas setelah Kacong disebut mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar Rp50 juta atas dugaan tindakan pemitingan atau pencekikan yang dialaminya. Tuntutan tersebut kemudian memicu reaksi keras dari sejumlah warga.
Menyikapi kondisi tersebut, aparat keamanan bersama anggota dewan, Anwar Musadad, turun langsung ke lokasi untuk memediasi pihak-pihak yang berselisih. Namun, proses mediasi berlangsung alot lantaran Kacong masih mempertahankan tuntutan ganti rugi yang diajukannya.
Hingga kini, persoalan tersebut masih dalam penanganan pihak berwenang. Upaya mediasi terus dilakukan guna mencegah konflik meluas serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Batulayang.
Editir : Tim Redaksi | Sumber : Tim | Penulis : Edi Samad



Tidak ada komentar:
Posting Komentar