• Jelajahi

    Copyright © Teras Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    GNTV INDONESIA

    Iklan

    Logo

    LIRA Kalbar Murka! Dugaan Limbah PT MKS Cemari Sungai di Sanggau, Negara Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri

    Teras Indonesia News
    Dibaca: ...
    Last Updated 2026-04-04T13:01:07Z


    TerasIndonesiaNews.com - Sanggau, 04 April 2026


    Sanggau, Kalbar – Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kalimantan Barat angkat suara keras terkait dugaan pencemaran Sungai Saeh yang diduga berasal dari aktivitas pabrik kelapa sawit milik PT Mitra Karya Sentosa (MKS). LIRA menilai, kasus ini bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman nyata terhadap hak hidup masyarakat.


    Menurut LIRA Kalbar, kondisi sungai yang berubah menjadi keruh dan berbau menyengat adalah bukti nyata adanya dugaan kelalaian serius dalam pengelolaan limbah industri. Warga di Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, hingga sejumlah dusun terdampak kini harus menanggung risiko kesehatan akibat air yang tidak lagi layak digunakan.


    “Ini bukan hal sepele. Ini menyangkut hidup orang banyak. Jika benar ada pencemaran, maka ini adalah bentuk kejahatan lingkungan. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan korporasi,” tegas perwakilan LIRA Kalbar.


    LIRA Kalbar juga menyoroti sikap pemerintah daerah dan instansi terkait yang dinilai lamban dan terkesan diam. Hingga saat ini, belum ada langkah konkret yang transparan di hadapan publik, baik berupa investigasi terbuka maupun hasil uji kualitas air.


    “Jangan sampai pemerintah terkesan pekak. Rakyat sudah berteriak, tapi respons seolah tidak ada. Ini berbahaya bagi kepercayaan publik,” lanjutnya.


    LIRA mendesak agar pemerintah segera turun langsung ke lapangan, melakukan investigasi menyeluruh, dan mengumumkan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat. Selain itu, jika terbukti terjadi pelanggaran, LIRA meminta aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu.


    “Siapapun yang terbukti menjadi biang kerok harus ditindak. Tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku pencemaran lingkungan,” tegas LIRA.


    Lebih jauh, LIRA Kalbar menilai kasus ini menjadi cermin lemahnya pengawasan terhadap industri kelapa sawit di daerah. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi juga masa depan masyarakat yang dipertaruhkan.


    “Negara hadir bukan untuk diam, tapi untuk melindungi rakyatnya. Jangan sampai rakyat jadi korban, sementara pelaku pencemaran justru dibiarkan,” tutup LIRA Kalbar dengan nada keras.


    Editor  : Tim Teras Indonesia News|Sumber : Tim|Penulis: Edi Samat

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini